Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Menjaga Niat

Menjaga Niat

Saya yakin betul, bahwa memulai adalah sesuatu yang sulit. Tapi, lebih sulit lagi untuk menjaganya sesuai dengan niat awal kita. Saat ini saya sadar bahwa harta yang kita miliki hanyalah titipan, didalamnya terdapat hak orang lain yang lebih memerlukan dengan cara sedekah. Bismillah, saya juga berdoa, agar nawaitu ini bisa terjaga.

Ada dua cerita yang akan saya share, berkaitan dengan niatan saya di atas.

Pertama, iseng-iseng saya menata gudang rumah karena memang sudah sangat berantakan. Saya lihat disana banyak sekali mainan anak-anak, majalah bekas, dan perabotan rumah yang tidak digunakan lagi. Melihat kondisinya masih bagus, ya langsung saya masukkan kardus lagi, ditata lagi di dalam gudang. “Masih bagus kok, nanti mungkin anak-anak masih bisa bermain lagi dengan mainan ini”, begitu kata hati saya.

Nah, beberapa hari setelah itu, guru mengaji anak-anak kami di rumah bilang ke  istri saya, bahwa sekolah tempat dia mengajar sangat membutuhkan alat-alat peraga, sehingga mohon bantuannya dari keluarga kami. Setelah istri saya menyampaikan ke saya, astaghfirlullah….saya seperti diingatkan akan niat awal saya. Maka, tanpa buang waktu, saya langsung keluarkan mainan-mainan anak-anak yang tadinya saya anggap masih bisa dipakai sendiri, lantas saya serahkan kepada ibu guru mengaji ini agar bisa digunakan di sekolahnya.

Ini cerita kedua. Saat itu, ketika melewati jembatan penyeberangan, saya sedang berhitung uang yang tinggal tersisa pada kantong saya. Setelah dihitung ternyata tinggal 13 ribu. Ini pas untuk ongkos naik bus (10rb), naik ojek dari halte bis ke rumah(3rb). Saya coba cari-cari siapa tahu ada uang terselip di dalam tas untuk barangkali jaga-jaga pegang uang, eh nemu Rp 1500.

Eh…beberapa langkah kemudian , saya disodori amplop putih berlogo yayasan anak yatim. Mekanisme amplop putih tadi selalu ada orang satunya lagi stand by di depan, yang bertugas memungut kembali amplop yang sudah diberikan tadi. Masya allah…saya seperti diingatkan bahwa uang temuan Rp 1500 tadi bukan punya saya karena saya masih punya cukup uang untuk ongkos pulang. Maka bismillah saya masukkan Rp 1500 uang temuan ke dalam amplop putih tadi.

Saya sampai malu kepada Allah…dan sampai akhirnya saya panjatkan doa Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini. Dengan segala berkah dan rahmat yang telah Engkau berikan, saya hanya menyedekahkan Rp 1500 untuk mereka…Itu pun uang temuan. Saya belum bisa sedekah sebanyak orang lain. Ampuni aku ya Allah.

Memang sedekah tidak hanya dengan uang dan barang. Dengan senyuman pun kita bisa membahagiakan orang lain, dan ini juga sedekah. Menyingkirkan batu atau halangan di jalan juga sedekah. Memberi ide kepada teman kantor kita untuk urusan pekerjaan, juga bisa diniatkan sedekah. Tapi, apakah kita tidak malu, (meminjam istilahnya uztad yang ngisi pengajian tiap hari Kamis di kantor), masak nyumbang 1500 perak maunya masuk surga???

Single Post Navigation

One thought on “Menjaga Niat

  1. Terima kasih ats artikelnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: