Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Peluang-peluang

Peluang-peluang

Peluang-peluang

Sewaktu pulang, dengan kemacetan yang ada, akhirnya saya bisa mengamati geliat perekonomian yang bernama wirausaha. Ya, wirausaha. Kebetulan kasat mata saya melihat ruko berbagai jenis barang dagangan: toko rokok, parfum, waralaba, steak, restoran seafood, jualan pulsa dan handphone, pom bensin, jualan gerobak sampah, tambal ban, cuci mobil, kursus bahasa, bimbel, dan banyak lagi.

Saya kemudian membayangkan bagaimana para owner wirausaha itu bekerja. Mungkin ada yang dipegang sendiri. Maksudnya ya dari pagi buka gembok pintu ya oleh dia sendiri, nata barang dagangan ya dia sendiri, nelpon order barang juga dia sendiri, nerima uang pembelian ya dia sendiri, dan ngadepin preman ya dia sendiri. Pokoknya semua dia yang pegang. Mungkin tokonya berantakan banget. Tapi, kalo ditanya, “Bang, mau beli sabun yang warna ijo”. Bim salabim, dengan kecekatan tangan dan gesturenya, mendadak sabun warna ijo itu langsung ada di depan mata kita.

Yang kedua, tipe delegasi. Misal, lantaran lemah matematikanya, daripada salah-salah ketika ngasih uang kembalian, maka dia langsung hire petugas kasir. Bisa juga kasir ini merangkap pembukuan dan stok barang, dan dipilih dengan “pertimbangan kepercayaan karena memegang urusan sensitif” sehingga posisi ini biasanya dipegang oleh istri, suami, anak, atau saudara. Nah, karena masih keluarga, biasanya tidak dibayar gaji bulanan. Ya kalo istri sama anak mah tinggal satu atap. Makan ya bareng. Lauknya sama. Kalo ada perlunya, misal mau beli buku atau pulsa, ya tinggal bilang saja.

Yang lainnya ada pula yang sistem gaji. Alias profesional. Pake seragam kantor. Dapat tunjangan jelas. Kalo udah besar jenis usahanya, mulai dah ada HRD, Accounting, Supervisor, Kepala Cabang. Si owner tinggal lihat neraca dan laporan keuangan, dan sesekali cek ke lokasi untuk melihat keadaannya. Sesekali juga si owner “main” ke kompetitor, sekedar lihat-lihat sebagai market insight bagaimana tajamnya kompetisi yang ada.

Yang lebih pening lagi tingkatannya kalau scope dagangan udah luas, modal besar, cash flow gedhe , karyawan banyak, persaingan sengit dan sebagainya. Nah, saya belum kuat ngebayangin gimana peningnya ngatur begituan. Tapi, dalam setiap kesempatan, saya selalu berdoa agar diberi kesempatan untuk memiliki tempat usaha yang baik, membuat lapangan pekerjaan, menambah penghasilan dan pengalaman dan sebagai lahan amal dan niat sekaligus berkontribusi kepada umat. Amin.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: