Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Ikhlas, Sabar, Syukur

Ikhlas Sabar Syukur

Saya yakin kita pernah menjalani dan mengalami ikhlas, sabar, dan syukur. Kalau udah nyimpen uang dilipet-lipet di kantong celana masih kena copet juga, ya diikhlasin aja. Kalau pengumuman calon pegawai belum keluar-keluar, ya sabar saja. Kalau masih diberi kesempatan untuk naik mobil bagus, ya disyukuri saja.

Yang top lagi adalah apabila ilmu ikhlas-sabar-syukur bisa kita terapkan pada setiap keadaan kita. Bangun malam untuk menjalankan sholat malam dengan ikhlas sebagai pertanda cinta kepada Allah, sabar karena namanya sholat ya harus tertib, dan selalu mengucap syukur diatas semua nikmat yang telah Allah berikan.

Tapi namanya manusia, terkadang ngegampangin. Sehingga Allah menurunkan kesempitan hidup kita, agar kita bisa menjalankan ikhlas-sabar-syukur ini dengan sempurna dan sepenuh hati. Itulah pertanda Allah sejatinya masih sayang sama kita.

Sebelum kita bisa ikhlas, kita harus sadar bahwa semua ini adalah milik Allah. Nah, agar kita merasakan bahwa semua ini adalah milik Allah, terkadang kita menghadapi situasi yang tiba-tiba aja barang kita diambil oleh Allah dengan cara-Nya. Entah hilang, dicuri, diminta, dan sebagainya.

Untuk sabar, kadang kita diuji ketika mengemudikan mobil. Tiba-tiba ada sepeda motor nyelonong. Serba salah. Tidak direm nanti sepeda motornya ketabrak. Kalau di rem mendadak, di belakang ada truk besar yang pasti akan ‘mencium’ mobil kita dari belakang. Apes dah. Ketambahan anak-anak rewel kepanasan karena AC mobil mati. Kerja gak beres sehingga ditelpon terus terusan sama atasan kita. Alhasil, jadi jalan tidak konsentrasi.

Syukur atas karunia-Nya juga kadang kita suka lupa. Suatu hari, si suami setelah bangun pagi, dia menggerutu karena di meja makan tidak ada kopi. Dipanggil-panggil istrinya, ternyata sang istri baru masakin air panas buat bikinin kopi. Selidik punya selidik, ternyata sang istri lupa bikin kopi karena bangun kesiangan. Semalam istri begadang karena jadi istri siaga buat suami. Tahu kan maksud saya? Yang ngajak juga suaminya tanpa membaca gesture istrinya apakah mood atau enggak. Pokoknya ba bi bu langsung tancap gas.

Nah, dia lupa bersyukur atas karunia yang diberikan oleh Allah yang berwujud istri yang sholehah. Paadahal istri udah 7 tahun nemenin kita tanpa sedikitpun rewel. Kalau baju baru, nunggu kalau suami dan anak-anaknya udah beli duluan. Uang saku juga tidak pernah minta suami. Dia cari sendiri dengan buka warung kecil-kecilan. Kadang pun suami minta uang bensin dengan minta uang toko istrinya. Padahal, kalau mau diitung-itung, kurang bersyukur bagaimana coba dengan kondisi suami seperti ini? Maunya enak sendiri tanpa mempedulikan sang istri.

Contoh di atas masih urusan dengan manusia. Garis horisontal. Hablum minannas. Belum urusan dengan Allah. Garis vertical. Hablum minallah.

Mau tahu harus nyiapin berapa duit apabila bernafas aja dipungut biaya? Mau tahu resikonya kalau tiba-tiba akhir bulan ada tagihan pajak penerangan matahari? Mau tahu cerita selanjutnya kalau kita tidak bisa (maaf)  buang angin? Padahal Allah memiliki kuasa kun fayakuun…Subhanallah…

Saya saja ketika menulis essai ini, seperti mengejek diri-sendiri. Emang kamu bisa ? (ya ini maksudnya nanya sambil telunjuknya diarahkan ke diri saya sendiri).

Saya jadi tertegun sendiri, apakah saya mampu menghadapi situasi yang terbalik. Misalnya, bisakah ikhlas ketika saya mendapatkan amanah? Apakah saya bisa menunjukkan kesabaran apabila saya diberi kekuasaan untuk menggenggam harta dunia? Apakah saya berani bersyukur ketika sudah tidak memiliki apa-apa lagi yang melekat di badan kita?

Tidak lupa, saya senantiasa mengajak kita semua untuk memohon selalu kepada Allah swt, berdoa agar kita diberikan kekuatan untuk memperjuangkan dan mengamalkan semua ilmu di atas. Amin.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: