Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Hobby Mencari Hobby

Dengan segala upaya, belakangan ini saya memaksa diri saya untuk menjawab satu pertanyaan kira-kira apakah potongan saya ini mempunyai hobby yang pantas dibanggakan? Saya sering berpura-pura untuk menjadi orang lain yang saya anggap hobbynya cukup pantas untuk saya. Bayangkan, saya pun sempat panik ketika suatu saat saya diminta mengisi biodata, dan disitu terdapat isian untuk hobby. Seketika saya bingung harus mengisi bagaimana?

Setelan saya ini memang kondisi orang yang tidak punya arah. Kalau mau dibilang hobby membaca, wah kayaknya tingkat membaca saya hanya membaca judul berita-berita dalam surat kabar. Apabila saya ke toko buku, saya juga tidak bisa seperti orang lain yang sampai-sampai duduk bersila demi membaca sebuah buku. Saya agak gengsi untuk meniru kebiasaan itu, karena bagi saya, kalau ke toko buku, pasti dengan tujuan yang jelas. Mau beli buku apa, pergi ke deretan buku dengan topik tersebut, bandingkan beberapa menit dengan buku lain yang memiliki ulasan yang mirip, terus tanya hati nurani. Begitu klop, langsung saya bayar dan pulang. Selesai.

Pernah saya berniat memiliki hobby travelling. Ini agak payah juga, karena pengetahuan saya terhadap tempat-tempat baru justru minim banget. Pengetahuan yang saya sering sampaikan kepada teman-teman saya pada dasarnya kebanyakan bersumber dari internet, bukan karena pengalaman saya sendiri. Bahkan, saya tidak segagah orang lain yang berani backpacker dan nekad untuk mencoba tempat yang baru. Itu baru masalah tempat. Kalau tentang kuliner, wah, saya sulit sekali untuk menggerakkan hati mencoba tempat makan yang baru. Kalau ke suatu tempat, akhirnya ya ke itu-itu aja ketika makan.

Saya juga pernah mencoba untuk mempunyai hobby nonton film. Tapi, pada prakteknya, saya paling malas nonton film walaupun sudah ada berbagai media yang bisa saya gunakan untuk nonton film. Persewaan DVD originale, bioskop, dan televisi, ternyata tidak membuat saya betah melek untuk nonton film, apalagi melakukan resensi dari sebuah film.

Hobby fotografi? Nah…ini juga menimbulkan kepelikan sendiri dalam pikiran saya. Bayangkan. Saya bukannya sombong, tapi saya seringkali punya naluri atau insting terhadap karya fotografi. Tentang kurangnya pencahayaan, angel fotografi, bahkan sampai cara memegang kamera pun saya sering kali memberikan koreksi kepada orang lain. Tapi, kalau ditanya berapa sering saya hunting melakukan fotografi…pasti nilainya nol besar. Saya punya kamera digital yang sudah berumur 4 tahun. Waktu saya beli, saya bangganya bukan main. Waktu itu kamera digital masih barang langka dan harganya mahal. Tapi akhirnya bisa ditebak. Kadang saya bawa, walau lebih sering tertinggal. Mentoknya pun foto ini dipakai untuk merekam event anak saya, atau keluarga saya, itu pun masih harus diingatkan untuk mengambil foto. Belum pada tahapan naluri alami.

Saya pernah mencoba untuk memiliki hobby memiliki binatang peliharaan. Tapi ya itu. Kadang saya sendiri kasihan terhadap binatang peliharaan saya. Lupa ngasih makan. Kandangnya kotor. Pernah secara fatal saya memelihara umang-umang, dan akhirnya itu mati 2-3 ekor dari 4 ekor yang saya pelihara. Itu karena saya biarkan saja ketika pergi keluar kota beberapa hari. Sebenarnya waktu itu saya bermaksud mendidik binatang peliharaan itu agar sedikit prihatin ketika juragannya pergi, dengan tidak makan dulu. Eh, apa nanya, saya sendiri yang memang bersalah.

Dan saya pun sekarang punya hobby baru….yaitu hobby untuk mencari hobby itu sendiri! Barangkali, dari Anda, apakah sudah betul-betul mempunyai hobby yang bisa dibanggakan?

Single Post Navigation

5 thoughts on “Hobby Mencari Hobby

  1. agus kristiyanto on said:

    Ternyata sama aja ya,heheheheh
    Aq aja kadang bingung sebenarnya hoobyku itu apa ya,apalagi aq orangnya terlalu pelit,sebenarnya aq suka nge game, tapi kalau dipikir pikir kalau nge game terus kok tidak ada kemajuannya ya,malah diomelin terus ma orang tua soal listrik

  2. sep'so on said:

    Punya masalah yang sama… gak punya hobby atau kesenangan… adanya tidur lagi dan tidur lagi….gak bermanfaat banget yah hidupku ini.
    Bagus juga yah kalo ada grup yang punya kesamaan yaitu yang hobbynya mencari hobby…. cape deeeeeeeeh

  3. Dear Sep’so… yang penting kita sudah bisa mengidentifikasikan masalah kita. Yang repot kan kita justru tidak tahu apa sebenarnya kita itu punya masalah atau tidak. Salam sukses!

  4. Haudy on said:

    Lapor… Saya nggak punya hobby juga…
    Salah kalau bapak bilang hobby-nya untuk mencari hobby, kita (saya termasuk) terlalu malas untuk bertekun di satu hobby kaliii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: