Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Agar Presentasi Terlihat Baik dan Berhasil

Presentasi adalah suatu cara untuk memberikan penjelasan, deskripsi suatu masalah kepada audience untuk tujuan tertentu. Bisa berbentuk jualan produk, tawaran program, kampanye, atau bujukan untuk mengikuti arahan kita. Jadi, syarat awal presentasi adalah adanya 2 pihak. Yaitu presenter dan audience. Ada yang memberi dan ada yang menerima. Yuk kita cerna satu per satu bagaimana agar presentasi terlihat baik dan berhasil.

Oh ya. Presentasi bukan hanya pidato di depan audience dengan menggunakan komputer lho ya. Presentasi sudah merupakan nafas kita sehari-hari. Bahkan ketika kita memegang kemudi kendaraan, itu juga merupakan presentasi cara kita mengemudi. Tinggal dianalisa saja, apakah cara mengemudi kita terlihat baik dan berhasil atau tidak. Terlihat baik belum tentu berhasil. Kalaupun berhasil, kadang tidak terlihat baik. Terlihat baik karena kita menaati aturan lalu lintas. Belum tentu berhasil, karena dalam semangat kehati-hatian itu ternyata malah kita ditabrak orang dari belakang. Di suatu saat, kita berhasil mencapai tujuan mengemudi, tapi cara kita mengemudi serampangan yang merugikan pengguna jalan yang lain.

1. Kuasai permasalahan

Tentu dong. Ini merupakan hal pertama yang harus dipenuhi. Bayangkan seorang penjahit baju diminta memberikan orasi ilmiah tentang kesehatan masyarakat. Pasti kacau balau karena ada hambatan penguasaan materi. Jadi, kalau diminta presentasi, pastikan kita mengetahui dan menguasai duduk permasalahannya. Kalau perlu, cari referensi sebanyak-banyakknya untuk mengupas masalah tersebut.

2. Kuasai audience

Bagi para presenter yang udah berpengalaman, biasanya sebelum melakukan presentasi, mereka sudah memiliki senjata untuk menaklukkan audience cukup dalam waktu 2-3 menit pertama. Nah, ini dia. Kuncinya bukan pada jam terbang presenternya, tapi adalah memanfaatkan golden time pada 2-3 menit pertama. Kalau ini bisa dikuasai, selanjutnya pasti mudah untuk menggiring mindset audience agar dapat mengikuti presentasi kita.

3. Pantaskan diri

Ini sebenarnya merupakan salah satu cara untuk mendapatkan perhatian dari audience. Ini cukup panjang deretannya, dari berupa baju yang menarik, wajah yang ceria, suara yang keras, tata cahaya yang baik, layout presentasi yang jelas, intonasi yang bervariasi, sampai bagaimana anda merespon pertanyaan, bagaimana anda menghargai pendapat dan audience, bagaimana anda mampu mendengarkan mereka.

4. Peka terhadap segala hal

Segera sigap apabila anda melihat salah satu peserta menguap. Perhatikan kondisi ruangan, apakah terlalu dingin? Kadang ini dilupakan karena kita sibuk bicara dan jalan kesana-kemari, sehingga tubuh kita terasa panas dan berkeringat. Tapi apakah hal yang sama dialami oleh peserta? Alih-alih panas, mungkin mereka terlihat beberapa kali keluar ruangan untuk ke kamar kecil….nah ini pasti ada yang nggak beres.

5. Happy closing dan evaluasi

Nah, ini juga jangan dilupakan. Sampaikan kalimat penutup dengan sopan. Tanyakan kepada mereka apakah presentasi Anda dapat memberikan hal baru bagi mereka? Sebarkan form evaluasi untuk melihat review presentasi Anda. Saya punya teman yang punya kebiasaan menggratiskan presentasi atau training selanjutnya apabila nilai rata-rata penilaian peserta di bawah 3 (dari skala 5). Keren kan?

6. Latihan, latihan, dan latihan

Semua bermulai dari langkah kecil. Niatkan dengan baik. Akui kalau memang ada kekurangan. Tapi, fokuskan pada learning agar nantinya Anda bisa lebih baik.

Happy presentation!

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: