Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

One Mission One Team

Kalimat ini seringkali terasa menjadi sumber kekuatan ketika in-house training di beberapa perusahaan. Intinya adalah bagaimana menyeleraskan misi perusahaan dengan misi pribadi tiap karyawan dengan tujuan agar diperoleh kekuatan (move) untuk mencapai visi perusahaan, dan visi karyawan.

Visi dan misi? Apa itu? Ok kita belok sedikit nih. Kita sederhanakan saja, ya. Visi itu adalah sesuatu yang ingin dituju. Misalnya menjadi sebuah perusahaan yang  disegani di tingkat wilayah tertentu. Misi adalah cara yang digunakan untuk mencapai misi itu. Misalnya dengan membuka cabang di semua kota dalam wilayah itu, merekrut karyawan terbaik dari warga daerah itu, berkomitmen dalam pengembangan usaha padat karya, dan lain sebagainya.

Namun, ketika terjun di dunia nyata, terlihat betapa abstraknya hal ini. Kalau kita karyawan, apakah misi perusahaan ini telah sesuai dengan misi kita bekerja? Kalau kita ini pemilik usaha, apakah misi ini telah ‘diamini’ oleh karyawan?

Apabila kita karyawan.

Kita mendapatkan sesuatu ketika kita bekerja. Namun, kalau bekerja aja kita udah ngedumel, apakah kita masih tega bekerja dan makan gaji perusahaan ini? Kalau Anda tega makan gajinya, permintaan saya cukup satu: jangan ngedumel kepada perusahaan Anda.

  1. Apabila Anda ditawari pekerjaan, cermati dulu apakah profil perusahaan ini cocok dengan profil Anda sendiri? Banyak cerita teman-teman saya yang memaksakan kerja di sebuah perusahaan dengan alasan apapun itu, tapi setelah beberapa bulan atau hitungan hari terus resign. Bagi saya, ini orang bukannya jadi kutu loncat yang cerdas, tapi dia ini merupakan orang yang bingung.
  2.  Kalau kita tidak punya pilihan untuk bekerja di perusahaan yang tidak sesuai dengan profil Anda, ada 2 cara: rubah mind set Anda atau Anda keluar dari sana.

Apabila kita pemilik usaha.

Kalau misi perusahaan tidak dikomunikasikan ke karyawan, trus bagaimana karyawan dapat menjiwai pekerjaan di perusahaan kita dan memberikan kontribusi positif?

  1. Jelaskan misi Anda kepada karyawan
  2. Mintalah masukan kepada karyawan untuk memberikan challenges/ pertanyaan kritis berkaitan dengan misi perusahaan
  3. Sepakati bersama misi perusahaan dengan karyawan Anda

Nah, apabila kita sebagai karyawan ataupun sebagai pemilik usaha merasa situasinya belum maju-maju (misal belum di promote, omset masih segitu-gitunya), barangkali, prinsip “one mission one team” ini yang belum terjalin dengan sempurna.

Salam.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: