Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Melebihkan Upaya

Dok Istimewa

Saya mengawali artikel saya ini dengan mengutip pernyataan Conrad Hilton, pendiri Hilton Hotels, “Sukses tampaknya selalu berhubungan dengan tindakan. Orang sukses terus bergerak. Mereka melakukan kesalahan-kesalahan, tapi mereka tak pernah berhenti.”

Suatu pernyataan yang menarik, bukan? Kesimpulan saya, kunci sukses adalah bertindak dan tidak pernah berhenti.

Akan tetapi, setelah saya amati, orang-orang yang sukses pun ternyata tidak cukup dengan bertindak. Mereka melakukan tindakan yang lebih dibandingkan rata-rata. Dengan kata lain: melebihkan upayanya.

Kalau kita bekerja di tingkat rata-rata saja, ya kita akan menjadi orang yang rata-rata saja.

Sebagai manajer misalnya, setelah anak buah pulang kantor, lebihkan waktu bekerja untuk menganalisa data dan menyusun strategi guna memaksimalkan performance. Kalau kita sebagai karyawan, ya kita harus melakukan pembedaan dengan rata-rata karyawan yang lain. Misalnya dengan mengirimkan report 1 hari sebelum deadline dan ditambah dengan analisa ilmiah lainnya.

Saat orang lain istirahat, orang yang luar biasa menambahkan waktunya untuk melakukan pekerjaan yang lebih banyak. Saat orang lain bersantai dengan keluarga, orang yang luar biasa dapat memaksimalkan pendapatannya tanpa mengurangi waktu bersantai dengan anak dan istrinya.

Sebagai atlet olahraga misalnya, saat rekan sepelatihan sudah pulang, dia akan menambahkan porsi latihannya sendiri untuk mempertajam kemampuannya.

Orang yang melebihkan upaya, lebih baik, lebih rajin, lebih tekun, lebih maksimal, lebih teliti, akan jadi orang yang luar biasa di atas rata-rata.

Nah, apakah ada cara lain yang bisa diterapkan untuk melebihkan upaya ini?

Putu Putrayasa (@putuputrayasa) menulis bukunya yang berjudul “Kaya dan Bahagia Modal Ngobrol”. Di salah satu sub bahasan, ada tulisan menarik agar kita bisa menuju high pay area alias wilayah berbayar tinggi. Putu meringkasnya menjadi program belajar 2 jam setiap hari, yaitu dengan:

–          30 menit pertama: bersyukur

–          60 menit selanjutnya: lakukan kegiatan yang mendukung kemampuan dan keahlian anda

–          30 menit terakhir: menuliskan atau merekam ide-ide

Menurut saya, konsep belajar 2 jam setiap hari tersebut bisa digunakan sebagai melebihkan upaya. Kita akan menyiapkan waktu ekstra 2 jam lebih banyak dibandingkan orang lain. Kalau kita biasanya bangun jam 5 pagi, nah dengan konsep belajar 2 jam ini berarti kita akan bangun lebih awal menjadi jam 3 pagi. Atau sebaliknya, yang biasanya kita tidur jam 10 malam, dengan konsep belajar 2 jam, kita undurkan waktu tidur kita menjadi jam 12 malam.

Dengan tambahan extra 2 jam tiap hari dengan disipin dan konsisten, dengan niat melebihkan upaya, saya yakin kita akan menjadi orang luar biasa.

Begitulah konsep mengupayakan lebih. Orang-orang luar biasa selalu berkata lagi, dan lagi, dan lagi. Tambahkan, tambahkan, dan tambahkan lagi. Ia akan bekerja ekstra, berdaya juang di atas rata-rata, dan selalu menambahkan usaha di setiap yang dilakukannya. Selain itu, konsisten untuk berupaya lebih dan lebih lagi untuk membuka jalan bagi pencapaian yang lebih dan lebih banyak lagi.

Mari biasakah melebihkan upaya, untuk hidup yang jauh lebih luar biasa!!!

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

2 thoughts on “Melebihkan Upaya

  1. Pingback: Jangan Lupa Memasarkan Diri Anda « Syariful Akbar

  2. Pingback: Investasi Diri « Syariful Akbar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: