Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Berpikir “Di Dalam Kotak”

Selama bertahun-tahun, kita telah membaca deretan buku yang dalam berbagai cara membicarakan tentang “pemasaran baru” dan “berpikir di luar kotak/ think outside the box”. Pemasaran baru yang saya maksud adalah bagaimana buku-buku tersebut mengajarkan kita tentang cara-cara revolusioner untuk merubah pola pandang dan strategi marketing. Dari door-to-door ke komunitas, dari konvensional ke jejaring sosial, dari pengembangan organisasi ke perubahan kultur perusahaan, dan lain-lain.

Menurut saya, tidak ada yang namanya “pemasaran baru”. Mungkin ada cara-cara baru unruk mencapai target konsumen. Mungkin ada juga media alternatif baru dan cara pendekatan baru untuk membedakan produk kita dengan produk lainnya. Akan tetapi, sifat dasar manusia (konsumen) tetap sama, yaitu bagaimana mereka berusaha memilih sesuatu sesuai kebutuhan, status, dan kepercayaan bahwa produk tersebut akan meningkatkan kualitas hidup mereka. Bahkan, tidak jarang, sampai saat ini kita masih menemui tindakan spontan konsumen untuk membeli suatu barang, yang tidak bisa dijelaskan motivasinya. Khusus konsumen spontan ini, pikiran mereka adalah, “Saya harus memilikinya sekarang”.

Selanjutnya adalah tentang pola pikir “di luar kotak/ think outside the box”. Statement itu dikemukan oleh ilmuwan terkenal, Albert Einstein. Kalau Anda secemerlang Albert Einstein, silakan berpikir di luar kotak. Bagi saya, orang yang awam, melakukan sesuatu yang cemerlang bahkan di dalam kotak yang sudah kita kenal sekalipun merupakan peristiwa yang langka.

Jadi, pertanyaan selanjutnya, untuk apa kita ingin berpikir di luar kotak? Di jaman informasi sekarang ini, telah banyak orang yang telah menemukan kotak-kotak dengan banyak hal bagus dan luar biasa. Persoalannya adalah bukan apa yang ada di dalam kotak-kotak itu.

Persoalannya adalah bahwa saat ini, kita bukan termasuk golongan sedikit orang yang benar-benar meluangkan waktu untuk berhenti sejenak, mengatur napas, introspeksi, dan mengajukan empat pertanyaan penting:

“Apa yang kita lakukan?” / “What are we doing?”

“Bagaimana kita melakukannya?”

“Mengapa kita melakukannya?”

“Bagaimana kita tahu apakah yang kita lakukan ini bekerja dengan baik?”

Nah, prinsip-prinsip pertanyaan di atas itulah yang seharusnya kita cari tahu. Dan selanjutnya benar-benar membuat kita tidak perlu mencari sesuatu di luar kotak. Kita sudah punya kotak itu sendiri.

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: