Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Menulislah Sekarang

Saat ini saya telah menemukan salah satu cara untuk mengekspresikan gagasan atau ide saya, yaitu dengan menulis. Hal ini merupakan kebiasaan baru dan sekaligus mengagetkan. Tidak hanya saya yang kaget, namun orang tua dan istri saya pun kaget melihat saya yang menjadi rajin menulis ini.

Kisah yang melatarbelakangi saya untuk menulis juga sangat dramatik. Alkisah, suatu saat saya tidak sengaja membereskan file-file di komputer saya dan saya menemukan email-email yang telah saya kirim bertahun-tahun yang lalu. Saya terkesima dengan tulisan saya di email itu. Waktu itu saya mengirimkan email tentang review aktifitas marketing dan penjualan dalam periode setahun. Gaya tulisannya sungguh impresif, positif, dan membangkitkan optimisme kepada semua team yang membaca email itu. Karena sangat impresif itulah, sampai saat ini pun saya sendiri heran kok saya bisa ya menulis email sehebat itu.

Nah, di titik itu, saya mendapatkan inspirasi untuk menulis. Menulis apapun yang penting saya bisa menemukan cara untuk menyalurkan ekspresi atau ide-ide tadi.

Beberapa catatan kecil untuk memulai menulis:

1. Ide bisa datang kapan saja.

Intinya adalah siapkan buku catatan untuk menulis ide-ide itu. Kebiasaan lain saya saat ini adalah selain mencatat di sehelai kertas apapun yang saya temui, tak jarang saya membawa smartphone QWERTY ke kamar mandi, hanya untuk sekedar mencatat ide yang sering muncul tiba-tiba.

2. Semakin sering menulis otomatis semakin sering membaca.

Pertama-tama, saya sekedar menulis tanpa referensi apapun. Lama kelamaan tantangan pun datang, yaitu bagaimana kita mendapatkan hasil tulisan yang semakin berbobot, susunan kalimat yang lebih efektif, tutur cerita yang runtut, dan seterusnya. Selanjutnya sudah bisa ditebak. Ya, dengan membaca tulisan orang-orang yang menjadi penulis best seller, rajin membaca artikel-artikel di mana pun,  dan dengan berdiskusi untuk mendapatkan feedback tulisan saya. Bahkan, salah satu program yang sudah saya jalankan adalah “satu minggu membaca satu buku”. Awalnya cukup berat, namun sampai sekarang alhamdulillah saya malah ketagihan.

3. Modal menulis hanya kemauan dan niat untuk berbagi.

Kembali ke tujuan menulis. Kalau setengah-setengah, pasti ada saja alasan untuk menundanya. Tidak perlu punya laptop dulu baru bisa menulis. Saya sebelum punya laptop, sering banget nulisnya pake pulpen di kertas bekas. Sedangkan niat untuk berbagi pada dasarnya adalah salah satu keinginan saya. Dan saya senang hati membagikan ilmu atau ide kepada orang lain.

4. Mulailah sekarang.

Setelah membaca tulisan saya ini, yuk langsung ambil pena, pensil, kertas, buka laptop, ambil telepon genggam, tuliskan ide-ide Anda sekarang. Menulis tidak harus sekaligus selesai 1 utuh. Silakan melompat-lompat. Misalnya kita tulis dulu beberapa judul yang sudah ada di pikiran kita. Nah, setelah itu, tiap-tiap judul itu bisa saling bergantian nulisnya. Sesukanya kita sendiri. Pokoknya gimana caranya harus memulai sekarang. Tentukan target Anda sendiri. Bisa nulisnya seminggu sekali, setiap hari, atau apapun batas waktunya. Jangan malu kepada tulisan pertama. Pokoknya nulis, nulis, dan nulis. Setelah itu, skill kita pasti akan terasah dengan sendirinya.

So, teman-teman. Menulislah sekarang. Jangan lupa share tulisan Anda kepada saya, ya.

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: