Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

(Seandainya) Usiaku Tinggal 1 Tahun Lagi…

freedigitalphotos.net

Dalam mengarungi perjalanan hidup, pernahkah kita menanyakan kepada diri sendiri, apakah yang sebenarnya kita cari? Uang? Pangkat? Jabatan? Status sosial? Pasangan hidup? Keturunan? Rumah? Rekening tabungan? Apa betul kita setiap hari masuk kantor untuk mendapatkan gaji semata? Ketika kita sebagai wirausaha membuka cabang toko, apakah kita udah cukup sukses? Ketika kita sudah memperoleh order ratusan juta, sudah puaskah kita?

Lantas apakah yang seharusnya kita cari sekarang? Apakah yang paling penting dalam hidup kita?

Salah satu cara untuk mengetahui apakah yang terpenting dalam hidup kita adalah dengan menjawab pertanyaan: “Seandainya usia kita tinggal 1 tahun lagi, apakah yang akan kita lakukan?” Pertanyaan itu cukup jitu untuk mengetahui esensi hidup kita, jati diri kita, dan menentukan apakah hal-hal yang terpenting yang akan kita prioritaskan bagi kehidupan kita.

Saya akan menuliskan jawaban-jawaban saya untuk pertanyaan di atas.

Seandainya usia saya tinggal 1 tahun lagi, maka…

1. Saya akan menyiapkan istri saya agar menjadi istri yang mandiri, istri yang tegar dan kuat dalam merawat, mendidik, dan membesarkan anak-anak saya dengan penuh kasih sayang. Saya akan lebih lama memeluk dan menciumnya ketika saya pamit untuk ke kantor atau ke luar kota. Dan saya pun berjanji akan lebih rajin meneleponnya setiap saat, mengirimkan sms untuk menanyakan kabarnya. Dan tidak kalah penting, saya akan lakukan hal-hal kecil yang saya selalu abaikan seperti mendengarkan ceritanya, mematikan lampu dan kran kamar mandi setelah dipakai, demi menghormati perasaannya.

2. Saya akan menuruti apapun keinginan kedua orang tua saya, demi membalas kebaikan-kebaikan yang telah mereka berikan kepada saya, yang telah mendidik saya dengan sepenuh kasih sayang. Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk selalu membuat mereka tersenyum bahagia, bangga terhadap anaknya, dan tidak lupa bagi saya untuk mendoakannya di setiap waktu.

3. Saya akan membuat tempat kerja saya sebagai tempat bekerja yang menyenangkan, tempat untuk saling berbagi, saling menghormati, jujur, terbuka dan saling berupaya menjadi yang lebih baik. Saya akan pastikan bahwa karyawan-karyawan saya dapat bekerja dengan waktu yang seimbang antara waktu di kantor dan untuk keluarganya. Saya ingin menyaksikan karyawan-karyawan saya menjadi orang yang lebih berhasil daripada diri saya sendiri.

4. Saya akan meluangkan waktu setiap malam kepada anak pertama saya, untuk bercerita kepadanya sebelum tidur. Dia selalu minta saya bercerita dengan materi yang tidak pernah ada di buku cerita, dan membuat saya selalu beralasan untuk menghindarinya. Maafkan papamu, nak. Mulai malam ini, papa akan selalu siap dengan cerita-cerita baru setiap malam. Dan menemani sampai tidurmu.

5. Kepada anak saya yang kedua, papa sadar bahwa tanganmu yang mungil selalu berusaha meraih dan menggenggam tangan papamu ini ketika kita berjalan-jalan di mall, atau ketika kita pergi bersama-sama. Dan sering papamu ini menepis dengan kasar agar kamu tidak menggandeng tangan papa. Maafkan papa, nak. Papa seringkali malu ketika menggandengmu. Tapi, mulai saat ini papa akan selalu berkata, inilah tangan papa, anakku. Peganglah yang erat. Papa tidak akan pernah melepaskan tanganmu itu. Ketika kita pergi bersama, kita akan selalu bergandengan tangan sepanjang waktu. Dan papa dengan sangat bangga akan menunjukkan kepada semua orang, bahwa papa memiliki anak hebat sepertimu.

6. Kepada anakku yang ketiga, yang baru berusia 9 bulan, papa janji akan selalu mendampingimu untuk tumbuh dan memperhatikanmu. Papa tidak akan pernah mengabaikanmu sebagaimana telah papa lakukan kepada kakak-kakakmu sebelumnya. Papa akan dengan senang hati mengantarmu pergi ke dokter untuk vaksinasi, menggendongmu, membuatkan susu di malam hari, dan menemanimu bermain sepanjang hari, sayangku. Papa akan pastikan, bahwa setiap momen penting dalam kehidupanmu, papa akan ada untuk mendampingimu…

……

Sampai dengan jawaban ini, saya sudah tidak kuat lagi untuk meneruskannya. Kedua air mata saya telah mengalir dengan deras.

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: