Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Keadilan Tidak Berarti Sama

freedigitalphotos.net

Di sela-sela menunggu boarding ke pesawat, saya menyempatkan diri mampir ke toilet. Dan oh lala…antrinya cukup panjang. Saya coba hitung, yang di toilet laki-laki sudah berjajar 10 orang untuk mengantre. Semuanya kusut dan berdiri dengan wajah menahan pemberontakan. Sementara di toilet perempuan, situasinya lebih ruwet lagi. Berdesakan luar biasa dan antre tidak karuan.

Rupanya, ukuran dan jumlah toilet laki-laki dibikin sama besar dan sama luasnya dengan toilet perempuan. Saya yakin, perancang toilet ini pasti laki-laki. Atau setidaknya, si perancang ini memiliki kesamaan pemahaman mendasar yang salah kaprah sempurna: Adil berarti Sama. Space untuk toilet dibagi dua sama besar. Adil, menurutnya.

Pertanyaan yang tiba-tiba menghujani pikiran saya adalah:

1. Apakah sudah diperhitungkan berapa banyak dan kapan saja laki-laki dan perempuan yang akan ke toilet?

2. Apakah sudah diperhitungkan lamanya laki-laki dan perempuan ketika berada di toilet?

3. Yakinkah bahwa toilet yang bersih justru menjadi nilai jual tersendiri atau daya tarik suatu tempat?

4. Apakah petugas toilet sudah diingatkan, semakin banyak yang menggunakan toilet, berarti harus semakin sering dibersihkan?

5. Percayakah bahwa perilaku pengguna toilet akan cenderung lebih tertib (misal buang sampah di tempatnya, flash dengan bersih, menjaga kebersihan, dll) apabila toilet lebih bersih dan wangi?

6. Percayakah pujian para pengguna toilet merupakan doa bagi manajemen bandara agar lebih maju?

7. Apabila ada tulisan “Toilet Khusus Staff”, sementara ada juga “Toilet Untuk Pengunjung”, sadarkah jika Anda sudah melakukan diskriminasi? Siapa sesungguhnya yang membayar gaji para staff bandara? Pengunjung bandara, kan? Setuju?

Kembali ke urusan toilet tadi, saya hanya mendoakan, agar para kontraktor, konsultan property, kepala divisi perencanaan, investor dan lain-lainnya, diberi pemikiran yang cemerlang dan lebih manusiawi. Pikirkanlah dan rasakan setiap jengkal bangunan publik akan yang Anda bangun, seolah Anda nanti yang akan menggunakannya.

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: