Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Wawancara Penuh Percaya Diri: Strategi Mendapatkan Pekerjaan Impian (bagian 4)

freedigitalphotos.net

Wawancara langsung tatap muka merupakan cara yang paling umum dilakukan oleh penyedia kerja untuk menyamakan persepsi terhadap data-data yang ada di CV dan dibandingkan dengan kenyataanya.  Dengan kata lain, CV Anda sudah selesai bertugas. Tugas kali ini adalah bagaimana Anda menyakinkan penyedia kerja, bahwa Andalah orang yang tepat untuk mengisi posisi itu.

Dari beberapa orang SDM yang saya mintai pendapatnya, siapakah yang akan dipilih apabila terdapat dua orang dengan pengalaman dan kualifikasi yang sama? Jawabannya seragam, yakni memilih orang yang tampil lebih menarik sepanjang proses wawancara. Maka dari itu, kita perlu mempersiapkan wawancara dengan penuh percaya diri.

Beberapa hal berikut ini untuk meningkatkan kepercayaan diri kita sebelum dan pada saat wawancara:

 1. Ucapkan syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa atas lolosnya CV Anda ke tahapan wawancara.

Anda patut berbangga diri, bahwa di tahap ini, Anda terpilih dibandingkan pelamar kerja yang lain. Tapi, perjuangan tidak berhenti di sini. Masih ada tahap-tahapan selanjutnya. Akan tetapi, 50% peluang keberhasilan sudah di tangan Anda begitu sampai di tahap wawancara.

2. Bersiap, bersiap, dan bersiap.

Persiapan meliputi fisik dan mental. Secara fisik misalnya melakukan survey lokasi tempat wawancara, mengenakan pakaian resmi yang pantas, meneliti artikel-artikel mengenai posisi pekerjaan dan perusahaan tersebut, dan lain-lainnya. Persiapan mental artinya Anda harus memiliki kematangan emosi dalam menghadapi sesi tersebut.

3. Jawablah dua pertanyaan penting ini

Setelah mendapatkan perjanjian wawancara, letakkanlah diri Anda di posisi pewawancara. Posisi apapun yang Anda lamar, ada dua hal yang paling menarik: (a) Dapatkah Anda melakukan pekerjaan ini? Apakah Anda memiliki kualifikasi dan pengalaman untuk melakukannya dengan baik dan meraih hasil yang baik pula? (b) Jenis pegawai atau kolega seperti apa jadinya Anda nanti? Bagaimana Anda bekerja dengan orang lain dalam tim?

4. Tonjolkan merek diri Anda

Dalam waktu 30 detik pertama, pewawancara tanpa sadar akan menilai Anda hanya berdasarkan kesan pertama yang diperoleh. Citra diri Anda harus mampu berbicara jsutru sebelum Anda memulai berbicara. Berjalan penuh percaya diri, berjabat tangan yang erat, dan berbicara dengan penuh antusias merupakan cara untuk mempertegas merek diri Anda.

5. Bukan hanya menjawab “ya” atau “tidak”

Biasanya pewawancara akan menanyakan hal ini pada kesempatan pertama, “Ceritakan tentang diri Anda”. Selanjutnya, ceritakan tentang diri Anda yang berkaitan dengan kehidupan profesional dalam 60 detik. Tempat lahir, nama saudara, atau jumlah anak barangkali kurang relevan Anda ceritakan.

Terdapat dua jenis pertanyaan dalam wawancara, yaitu pertanyaan terbuka (misal dengan kata tanya “Ceritakan”, “Bagaimana”, “Mengapa”, dan lain-lain), dan pertanyaan tertutup (misal dengan kata tanya “apakah”, yang hanya membutuhkan jawaban “ya” atau “tidak”). Saran saya, jangan sekedar menjawab “ya” atau “tidak”. Setiap pertanyaan yang ditanyakan memberi Anda kesempatan untuk mempromosikan diri Anda, jadi gunakanlah kesempatan itu dengan baik.

Pastikan Anda menyiapkan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan klasik: Mengapa Anda ingin meninggalkan pekerjaan Anda sekarang? Apa sajakah kelemahan Anda? Kesalahan apa yang pernah Anda buat? Apa rencana karir Anda? Bagaimana Anda mendeskripsikan gaya bekerja Anda? Posisi seperti apa yang Anda cari? Bagaimana Anda mengatasi kondisi yang sulit?

Bermainlah peran dengan seorang teman atau keluarga Anda untuk membangun kepercayaan diri Anda seolah-olah Anda tengah diwawancarai. Berlatihlah menjawab pertanyaan yang mungkin muncul dalam posisi pekerjaan tersebut, kaitannya dengan ketrampilan dan pengalaman yang Anda miliki. Minta umpan balik mengenai seberapa jelas Anda mengkomunikasikan kelebihan Anda.

6. Bersikap proaktif dan ajukan pertanyaan balik

Saya pernah mewawancarai seseorang, yang dalam perjalannya langsung saya putuskan dalam hati bahwa dia tidak diterima. Selain gaya bicara yang tidak antusias, ciri orang ini adalah yang menjawab pertanyaan seperlunya. Akan tetapi, penentu “kegagalan” dia dalam wawancara ini adalah terjadi ketika sebelum wawancara saya akhiri, saya menanyakan, “Apakah Anda punya pertanyaan untuk kami?”. Dia melakukan hal terburuk yang dia katakan, yaitu “tidak”.

Ingat, wawancara merupakan forum untuk saling mendapatkan informasi. Tetapkan untuk meninggalkan wawancara dengan merasa yakin pekerjaan ini untuk Andan dan bahwa perusahaan ini adalah tempat Anda ingin bekerja. Tanyakan pertanyaan cerdas agar Anda mendapatkan informasi yang Anda butuhkan untuk mengambil keputusan apakah pekerjaan tersebut ditawarkan pada Anda.

Berikut ini adalah beberapa contoh pertanyaan uang dapat Anda pertimbangkan untuk mengajukan pertanyaan selama wawancara: apakah posisi ini baru atau lama? Apa yang diharapkan untuk saya capai dalam enam bulan pertama? Bagaimana kinerja saya akan dievaluasi? Bagaimana tanggung jawab mengenai anggaran? Bagaimana karir potensial di masa yang akan datang? Dan lain-lain.

7. Tutuplah wawancara dengan baik

Akhiri wawancara dengan positif dengan menekankan apa yang menurut Anda paling penting delam pembicaraan selama wawancara. Biasa, kata-kata yang sering saya ucapkan adalah, “Saya tertarik pada perusahaan Anda dan inovasi-inovasinya. Saya melihat peran ini sebagai peluang yang sangat bagus, dan saya percaya dengan kualifikasi dan pengalaman yang saya miliki, saya dapat memberikan kontribusi yang penting bagi perusahaan.”

Sebagaimana Anda membuat kesan pertama yang baik, tinggalkanlah pewawancara dengan kesan akhir yang positif juga. Ucapkan terima kasih, tersenyumlah, dan berikan jabatan tangan yang mantap.

Jadikan wawancara sebagai pintu selanjutnya untuk mendapatkan pekerjaan impian. Nantikan strategi selanjutnya yang kelima, yaitu mencapai Kesepakatan Terbaik. Strategi-strategi sebelumnya yang sudah dikupas adalah CV yang Memikat,  Berburu Pekerjaan dan Manfaatkan Bursa Kerja Tersembunyi.

Yuuk…berbagi pengalaman dalam wawancara. Saya tunggu komentar Anda ya…

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

One thought on “Wawancara Penuh Percaya Diri: Strategi Mendapatkan Pekerjaan Impian (bagian 4)

  1. Pingback: Mencapai Kesepakatan Terbaik: Strategi Mendapatkan Pekerjaan Impian (bagian 5 – selesai) « Syariful Akbar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: