Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Nikmatnya Sakit

freedigitalphotos.net

freedigitalphotos.net

Tulisan ini saya susun ketika saya menjalani rawat inap di rumah sakit. Sekuat-kuatnya saya ternyata terkapar juga karena nyamuk. Ya, nyamuk itulah yang menyebabkan semua ini. Saya sampai berburuk sangka kenapa si nyamuk itu memilih menggigit saya pada waktu itu dan kenapa bukan orang lain…dan setumpuk pikiran-pikiran negatif lainnya.

Setelah beberapa kali bertemu dokter, akhirnya saya divonis untuk opname di rumah sakit karena Demam Berdarah.

Badan rasanya ngilu, panas menggigil, kulit timbul bercak merah, trombosit melorot tajam, dan lidah pahit tak terkira. Jangan ditanya lagi bagaimana saya seakan sudah kebal ditusuk sekian kali untuk cek sampel darah. Bahkan sekedar menggeserkan badan pun semua anggota tubuh berteriak kesakitan. Semakin saya berontak, rasanya semakin rontok badanku ini.

Waktu sakit pun ternyata tidak bisa kita rencanakan. Jadi, acara sakit ini pun berhasil memporakporandakan jadwal dan rencana yang telah saya susun semula. Rencana-rencana meeting, training, seminar, dan prospek pertemuan dengan calon klien yang telah susah-susah diatur pun berantakan.

Akhirnya, saya pun pasrah terhadap urusan duniawi di atas. Dan akhirnya saya harus memilih satu hal: menikmati sakit.

Ketika saya berbaring sakit:

–          saya nikmati keadaan kamar rumah sakit, merasakan tempat tidur, selimutnya

–          berinteraksi dengan pegawai-pegawai rumah sakit dan dokter…yang ternyata mereka adalah manusia biasa…

–          saya bisa melihat wajah kelelahan istri saya yang tertidur di sofa

–          saya bisa merasakan betapa tulusnya kunjungan orang-orang yang menengok dan mendoakan agar lekas sembuh, dan saya tahu betul bahwa rumah mereka amatlah jauh dari rumah sakit tempat saya menginap

–          mengucapkan terima kasih kepada semua anggota badan, yang telah menyangga aktifitas saya selama ini, dan betapa bodohnya saya tidak memberikan hak kesehatan tubuh

–          bersyukur kepada Allah SWT atas keadaan yang saya alami ini, sebagai cara untuk memohon ampunan, menggugurkan dosa-dosa, dan senantiasa ingat kepada-Nya

Tahukah Anda siapakah yang menjadi pahlawan sebenarnya bagi orang sakit? Jawabannya adalah keluarga kita sendiri. Merekalah yang akan serta merta berkumpul untuk mendoakan, mendampingi, menghibur dan berusaha memenuhi kebutuhan kita. Belaian istri saya pun serasa obat mujarab untuk membangkitkan semangat sembuh. Sapaan anak saya membuat saya bangkit lagi, seraya berjanji dalam hati untuk menjaga anak saya agar kelak besar sebagai generasi hebat. Doa dan kunjungan kedua orang tua saya yang membuat saya menangis. Karena justru ketika mereka sakit, saya tidak berpikir sedikitpun untuk menengok mereka.

Sampai titik ini saya sadar, yang membuat perasaan sembuh justru bukan rumah sakitnya, bukan perusahaan asuransi, bahkan bukan atasan tempat kita bekerja.

Saya jadi ingat cuplikan salah satu pesan Rasulullah SAW, “Pergunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu.” Dan saat ini, saya berjanji sepenuh hati untuk mempergunakan waktu sehat sebaik mungkin. Utamanya adalah untuk keluarga. Karena keluargalah pahlawan sesungguhnya bagi saya. Inilah yang Tuhan inginkan, agar saya memahami konsep ini dengan baik. Melalui nyamuk Demam Berdarah.

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: