Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Perhatikan Penampilan

freedigitalphotos.net

freedigitalphotos.net

Artikel ini menyambung tulisan sebelumnya (Investasi Diri), tentang bagaimana kita harus memantaskan diri untuk keadaan yang kita inginkan, dan tentunya yang lebih baik.

Perhatikan penampilan. Itulah kata-kata ibu saya yang selalu terucap semenjak saya duduk di Sekolah Dasar. Saya sempat menggerutu ketika tiap pagi harus berbaju rapi dan bersih, mengenakan pengharum badan, dan memakai minyak rambut. Akan tetapi, suka atau tidak, kebiasaan sejak dini tersebut mewujudkan kesadaran bahwa penampilan merupakan PERTAMA kali kita akan dinilai oleh orang lain.

Penampilan memang bukan segalanya. Ada istilah “don’t jugde the book by its cover”. Akan tetapi, di tengah dunia persaingan saat ini, yang berbeda dan di atas rata-rata lah yang akan terlihat.

Untuk itu, kunci utama untuk berpenampilan adalah: DRESS UP. Artinya, berpenampilanlah SATU LEVEL DI ATAS posisi Anda sekarang. Sesuaikan dengan level yang diharapkan. Bagi staf biasa, cobalah untuk berpenampilan seperti layaknya manager. Dari atasan, bawahan, aksesoris, jam tangan, parfum, potongan rambut, sepatu, cara berjalan, cara berbicara, dan sebagainya. Anda akan dilihat berbeda dibandingkan Anda mengenakan pakaian biasanya. Tentu saja, penampilan merupakan penilaian pertama. Masih ada serangkaian penilaian selanjutnya sebelum orang lain benar-benar mengakui kekuatan Anda.

Berbagai contoh penampilan bisa Anda cari informasinya di internet. Jangan paksakan model-model bermerek. Saya yakin masih banyak cara untuk menghemat pengeluaran dengan tetap mendapatkan baju yang bagus. Memang perlu mental yang kuat, karena harus siap jadi bahan cemoohan. Biarkan saja, anggap itu merupakan doa bagi kesuksesan Anda.

Saya pernah memakai jas resmi ketika wawancara kerja. Dan, ternyata belakangan saya sadari, situasi itu sebagai salah satu pengalaman bermakna ketika perusahaan memutuskan merekrut saya waktu itu.

Seorang teman saya pun memilih cara lain untuk meningkatkan penampilan, melalui kendaraan yang dibawanya sehari-hari. Alih-alih dia menggunakan mobil minibus sejuta umat, dia memilih mobil sedan Eropa bekas dengan harga yang lebih murah. Belakangan, dia justru semakin percaya diri dengan mobil bekasnya, yang menurutnya ada magnet tersendiri bagi kepercayaan diri dalam menghadapi kliennya.

Cerita lainnya adalah ketika saat yang lampau, saya bertindak sebagai pembicara di hadapan mahasiswa baru. Temanya tentang dunia kerja yang penuh tantangan dan saya berhasil mengobarkan semangat teman-teman mahasiswa untuk menjadi manusia terbaik. Saya yakin ceramah saya sukses berat. Apalagi dengan melihat tatapan peserta yang sangat kagum dan applause sukses terhadap materi yang saya sampaikan. Namun, saya yakin ada 2 orang mahasiswa yang akan berubah cara pandangnya terhadap pembicara yang hebat tadi. Yaitu ketika sepulang seminar tersebut, mereka menyalip saya dengan mobilnya sambil memandang saya membawa motor. Peristiwa itu tidak cukup berhenti di situ. Saat itu saya sedang melawan hujan yang tiba-tiba jatuh begitu derasnya. Lebihnya, saya tidak mengenakan jas hujan. Saya tiba-tiba merasa kerdil dan tidak tahu harus sembunyi di mana.

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: