Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Nikmatnya Hidup Bertetangga

Dok. Istimewa

Foto tersebut adalah kegiatan bazar di cluster perumahan tempat tinggal saya yang diadakan beberapa hari yang lalu. Kami mengadakan kegiatan sehari penuh yang melibatkan semua warga perumahan, dari lomba anak, lomba keluarga, sampai malam puncaknya berupa makan malam bersama, lomba karaoke, dan ramah tamah.

Ketika hampir semua warga berkumpul, berikut dengan bapak, ibu, anak, dan mbak-mbak nya, saya terhenyak menyadari bahwa saya selama ini bertetangga dengan sedemikian banyak orang di sekitar saya. Naluri sosial saya pun muncul dengan berkenalan dengan tetangga yang sebelumnya saya belum pernah kenal. Selanjutnya obrolan khas bapak-bapak pun tercipta. Jangan disalahartikan ya…biasanya bapak-bapak kalau ngumpul, ujung-ujung pembicaraannya seputar politik, harga tanah, dan mobil he he…

Saya pun melihat para ibu cukup asyik dengan perkumpulannya. Ada yang bisnis dengan menjual makanan dan pakaian. Ada yang berinisiatif mengusulkan untuk membuka grup arisan. Bahkan sampai bikin rencana mau main bareng ke luar kota. Hmm..kalau sudah begini, kami para bapak tinggal mengkalkulasi dalam hati untuk uang sakunya.

Giliran anak-anak pun tidak kalah seru. Mereka tanpa saling kenal sebelumnya, menjadi tiba-tiba berkelompok dan langsung melakukan aktifitas bersama. Ada yang bermain sepeda, mengejar kupu-kupu, dan bermain sepakbola. ketika makan pun, saya lihat mereka duduk bersama dengan akrab.

Kebutuhan untuk saling menyapa sudah merupakan kodrat alami manusia sebagai makhluk sosial. Sehingga cukup sulit untuk menghindar dari kodrat itu. Walau di tempat asing pun, kita tetap memerlukan bantuan orang lain.

Saya tersentuh dengan kisah seorang tetangga saya, yang pada suatu hari terkena serangan jantung di rumahnya. Waktu itu dia sendirian sambil duduk-duduk di depan rumahnya. Coba tebak, siapakah yang membawa tetangga saya ini ke Rumah Sakit sehingga segera tertolong dan kembali pulih? Jawabannya sangat jelas. Yaitu tetangganya juga.

Di dalam agama pun, Rosulullah SAW pun menegaskan berkali-kali tentang bagaimana memuliakan tetangga dengan menampakkan wajah yang cerah dan berseri-seri, memberi makanan kepadanya, dan menanggung perbuatan tidak baik yang dilakukan olehnya. Manusiawi, bukan?

Saya pun tidak berani membayangkan, bagaimana saya dan keluarga saya apabila hidup sendirian tanpa bertetangga.

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: