Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Riset Pemasaran

Riset Pemasaran

Di dalam pengalaman saya ketika bekerja di Marketing, setiap akan merumuskan strategi pemasaran, pertanyaan inilah yang sering kali dikemukakan, “Apakah ada hasil riset yang menyatakan begini sehingga kita perlu melakukan begitu?”.

Apakah Riset Pemasaran itu? Bagaimanakah caranya? Sebegitu pentingkah? Untuk apa Riset Pemasaran itu?

Riset pemasaran intinya adalah penelitian. Ini bisa digunakan untuk identifikasi masalah dan riset untuk pemecahan masalah.

Riset pun bisa dilakukan dengan berbagai macam metode. Cara sederhana yang pernah saya lakukan adalah menyapa langsung para pelanggan, dan menanyakan beberapa hal sambil mendengarkan masukan-masukan yang diberikan. Tentu saja hal ini tidak ditelan mentah-mentah. Kita perlu melakukan perimbangan informasi dari pihak lainnya juga sebelum memastikan langkah selanjutnya.

Cara lain adalah membeli hasil riset pemasaran secara spesifik. Anda tinggal bilang kepada perusahaan periset bahwa kita meminta data dalam periode ini, dengan analisa seperti itu, yang meliputi wilayan ini, dan sambil minta dibandingkan dengan akfititas kompetitor itu.. dan ini itu lainnya. Persis seperti kita pesan menu makan di restoran. Tim periset pun akan melakukan pre-audiensi dengan kita, untuk memastikan variabel-variabel apa saja yang hendak diukur dan bagaimana laporannya. Setelah kita setuju tentang lingkup, tujuan, metode, dan lain-lainnya. Selanjutnya cring cring… hasil risetnya akan dipresentasikan di depan Anda. Tentu saja setelah itu ada pembayaran tagihannya, he he…

Cara riset yang lainnya, adalah dengan mengumpulkan data sendiri, konsultasikan dengan senior manager, melakukan analisa lengkap, dan lakukan evaluasi. Tentu tiap-tiap cara di atas memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Hasil riset digunakan untuk memperkuat keputusan selanjutnya. Dalam beberapa kondisi, cara manager untuk mengambil keputusan pun berbeda-beda. Ada yang perlu mencermati data-data internal, ada yang cukup melihat hasil riset pihak ketiga, ada yang sampai menutup diri sampai berhari-hari tidak mengerjakan pekerjaan lainnya, ada yang dengan intuisi, bahkan ada yang ujung-ujungnya memutuskan untuk tidak memutuskan. Tentang hal pengambilan keputusan, saya akan lanjutkan pada artiket selanjutnya ya. Insya Allah…

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: