Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Mengapa Saya Tidak Didengar?

freedigitalphotos.net

Dalam pengalaman sehari-hari, seringkali kita merasakan bahwa orang lain tidak menyimak apa yang kita sampaikan. Menganggukkan kepala, menggumam “ya, ya”, atau bahkan senyuman saat kita berbicara kadang dikira bahwa mereka mendengarkan kita. Tapi setelah itu, kita sadar bahwa respon yang diberikan adalah basa-basi.

Nah, bagaimana memastikan orang lain mendengarkan kita? Jangan lakukan itu dulu, sebelum kita memahami apa yang mereka rasakan saat mendengar kita menyampaikan sesuatu.

1. Pandangan pertama

Hal ini tidak bisa dihindarkan. Kebanyakan orang menilai dari pandangan pertama. Entah dari penampilan, suku, cara bicara, intonasi suara, bahkan usia pun berpengaruh. Saya pernah mengalami kerugian pandangan pertama ini. Pada pertemuan awal, seorang boss sebuah perusahaan mengenalkan saya sebagai konsultan luar, lengkap dengan biodata diri saya (termasuk umur). Seolah-olah perkenalan yang normal. Tapi efeknya bisa ditebak. Peserta rapat hanya duduk mengatupkan tangan dan tidak ada sepatah kalimat pun muncul dari mereka untuk mendiskusikan topik pembicaraan yang saya sampaikan. Setelah saya cukup lama merenung, ternyata penyebabnya ada dua faktor: yang sedang berbicara ini adalah orang luar dan bahkan jauh lebih muda dari peserta rapat.

2. Berbicara langsung menuju kesimpulan

Seiring dengan pengalaman, kita dapat memiliki kemampuan untuk menarik kesimpulan dengan cepat. Namun, jangan terlalu cepat, apalagi kita perlu memastikan orang lain dapat memahami alur pikiran dibelakangnya.

3. Ketidakpedulian

Kecepatan berbicara selalu kalah dengan kecepatan berpikir. Namun, jangan paksakan berbicara cepat untuk mengimbangi kecepatan berpikir. Ambil waktu sejenak untuk memikirkan pembicaraan. Siapkan respon apabila terjadi persepsi yang berbeda. Ini adalah salah satu contoh mengurangi ketidakpedulian.

Practice make perfect. Kemampuan mendengarkan akan membuat kita lebih matang dalam mengambil keputusan. Hal ini sangat penting dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat, termasuk dalam karir.

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: