Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Antara Sales dan Marketing

freedigitalphotos.net

“Mas, sekarang kerja di bagian apa?”, tanya teman saya yang bekerja sebagai Brand Executive ketika bertemu di lift. “Saya di bagian Sales”, jawab saya sambil tersenyum. “Ooh….di sales… Ngurusin salesman jualan barang dong, mas…”, komentarnya singkat. Lagi-lagi saya menjawab dengan senyum. Namun, peristiwa di lift tersebut tidak sekedar tanya jawab singkat. Situasinya sungguh tidak berimbang dan terasa ditusuk, karena komentar singkatnya itu diiringi dengan senyuman yang sangat sinis.

Pikiran saya pun terbayang ketika mengikuti rapat koordinasi sales dan marketing, dimana angin seringkali berlawanan arah diantara keduanya. Orang sales merasa daripada budget marketing yang dihambur-hamburkan tanpa hasil yang jelas, lebih baik digunakan saja untuk mendukung program diskon penjualan. TIm marketing pun merasa produknya sudah cukup hebat, tapi kok ya laporan survei menunjukkan awareness dan distribusi produk yang masih rendah. Akhirnya berujung dengan saling menyalahkan.

Bagi saya, Sales dan Marketing keduanya sama-sama ‘jualan.’ Perbedaannya, adalah sales benar-benar berjualan dalam arti yang sebenarnya yakni mendatangkan uang. Sales berusaha membuat transaksi: memindahkan uang dari kantong konsumen masuk ke kas perusahaan. Key Performance Indicator (KPI) utamanya adalah target penjualan.

Sementara itu pengertian jualan di marketing lebih pada meraih perhatian, pikiran dan hati konsumen sehingga mereka mau membeli produk kita. Bukan hanya berkeinginan membeli tetapi juga menjadi konsumen yang loyal.

Jadi, kalau di sales kita berusaha memenangkan kantong konsumen, di marketing kita berusaha memenangkan persepsi konsumen.

Sales baru bekerja setelah produk sudah tersedia, sedangkan marketing-lah yang merancang strategi produknya.  Jadi, marketing ada di tingkat pemikiran sedangkan sales pada level pelaksanaan. Jika pemikirannya betul, maka pelaksanaannya pun betul.

Salesman harus fokus ke konsumen yang seperti apa ketika menjual produk. Salesman juga tahu cara berbicara seperti apa ke konsumen, apa yang membedakan produknya dengan kompetitor. Salesman know what to expect sehingga mereka bisa lebih efektif.

Beberapa saat sebelum meninggalkan lift, saya sempat berujar kepadanya, “Marketing is the brain sedangkan sales is the muscle. Jadi kalau marketingnya salah mikir, orang sales bakalan tersesat dong he he….”.

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: