Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Kapan Pensiun?

freedigitalphotos.net

Apa yang hendak dicapai ketika kita berusia 55 tahun? Pertanyaan itu terkuak di pikiran saya, setelah menghadiri acara pamitan pensiun dari salah satu rekan kantor saya. Apakah saya bisa memiliki semangat yang sama seperti teman saya ini? Asal tahu saja, beliau memiliki sosok yang periang, kehidupan anak-anaknya yang relatif mapan, sudah memiliki 2 cucu, dan semenjak usia 30 tahun sudah menekuni bisnis kuliner, dan property. Sepanjang acara pamitan, beliau lebih banyak tersenyum, lebih bersemangat, disertai cerita-cerita yang menginspirasi. Bukan sebaliknya, yang biasanya acara pamitan penuh dengan derai air mata.

Pikiran tentang masa pensiun ini tiba-tiba berkecamuk. Dan kali ini berkutat di urusan finansial.

Menurut survey MasterCard Survey on Consumer Purchasing Priorities (http://swa.co.id/business-research/survei-mastercard-masyarakat-indonesia-sadari-pentingnya-menabung), masa pensiun yang kerap menjadi kekhawatiran dalam hal finansial, juga menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Sebanyak 60 persen responden masyarakat Indonesia yakin dapat pensiun dalam rentang usia 51-60 tahun dengan dukungan finansial yang cukup. Sebesar 25 persen responden cukup optimis untuk memilih usia pensiun yang lebih muda, yakni pada rentang usia di bawah 50 tahun, dan 14 persen responden merasa usia 61-70 tahun merupakan rentang usia yang paling tepat untuk pensiun dengan dukungan finansial yang memadai. Jika dirata-rata, masyarakat Indonesia memilih untuk pensiun di usia 56 tahun, karena merasa telah memiliki dukungan finansial yang cukup untuk masa pensiunnya.

Kalkulasi selanjutnya adalah dengan asumsi kenaikan inflasi sebesar 12% per tahun dari sekarang, maka dengan permisalan biaya hidup kita saat ini Rp.3jt (usia 30 tahun), biaya hidup diusia 55 tahun nanti akan menjadi 51 juta/ bulan.

Nah, kata financial planner, angka tidak akan pernah berbohong.

Pensiun sudah jelas pasti. Pertanyaan selanjutnya, apa yang sudah disiapkan menuju ke sana?

+ Kembaran saya tiba-tiba nongol: “Kan masih lama situ pensiunnya. Ngapain dipikirin. Orang sekarang saja gaji pas-pasan, gak bisa nabung, apalagi buka bisnis”

“Ya tapi kan harus disiapkan dari sekarang”

+ “Capek deh…. Bicara kok abstrak dan gak jelas. Pantas hidupmu juga lama-lama semakin gak jelas.”

– “Kalau kita bisa merencanakan dengan baik, pasti bisa kok”

+ “Merencanakan gimana? Orang cicilan aja masih di atas 30% penghasilan bulanan”

– “Makanya saya sekarang lagi fokusin membenahi cicilan-cicilan ini, trus mikirin Dana Darurat dan Pensiun”

 + “Ah teori… nyatanya urusan gak selesai-selesai…”

“Dorr!!!!” (saya memutuskan untuk “menembak” kembaran saya, biar saya tetap semangat dan istiqomah mempersiapkan pensiun, he he)

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: