Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Jendela yang Rusak

freedigitalphotos.net

Teori Broken Window adalah sebuah teori yang dikeluarkan oleh James Q. Wilson dan George L. Kelling, yang pertama kali muncul dalam harian “The Atlantic Monthly” pada tahun 1982.

Menurut mereka, “Consider a building with a few broken windows. If the windows are not repaired, the tendency is for vandals to break a few more windows. Eventually, they may even break into the building, and if it’s unoccupied, perhaps become squatters or light fires inside.”

Lanjutnya, “Or consider a sidewalk. Some litter accumulates. Soon, more litter accumulates. Eventually, people even start leaving bags of trash from take-out restaurants there or breaking into cars.”

“Bayangkan sebuah gedung yang mempunyai beberapa jendela yang pecah. Jika jendela-jendela ini tidak segera diperbaiki, akan muncul kemungkinan bagi perusak untuk memecahkan jendela lainya. Dan jika gedung ini tidak ditempati, mungkin akan menjadi tempat tinggal bagi para tuna wisma yang akan menyalakan api di dalamnya.”

“Atau bayangkan sebuah trotoar. Beberapa sampah mulai menumpuk di trotoar jalan. Beberapa saat kemudian, sampah akan mulai bertambah di sana. Bahkan tidak mungkin, orang akan membuang sampah plastik pembungkus dari restoran atau bisa juga dari sampah pengendara mobil.”

Teori ini pertama kali dikeluarkan untuk menekan pertumbuhan tingkat kejahatan di kota New York. Broken Window Crime Theory. Sebuah inti pemikiran dari teori broken windows ini adalah jika terdapat kesalahan kecil dalam suatu kegiatan, dan kesalahan kecil itu dibiarkan saja, akan memancing kesalahan-kesalahan fatal yang sulit untuk dihindari.

Dalam semua urusan, hal kecil sering terabaikan. Karena kita merasa hal tersebut tidak terlalu penting. Hingga pada saat level sudah mencapai titik kritis, barulah kita menyadari kesalahannya.

Beberapa keadaan yang sering diabaikan misalnya adalah sebagai berikut:

–          Terlena dengan produk atau service yang telah ada

–          Tidak memikirkan aktifitas promosi karena menganggap usahanya sudah langgeng

–          Prinsip ekonomi yang terlalu ekstrem, yaitu pemasukan yang sebesar-besarnya dengan sedikit pengeluaran

–          Pembiaran terhadap inefisiensi, atau bahkan tidak pernah melakukan analisa produktifitas

Saat ini pun, saya sedang menggunakan teori Broken Window untuk menyelesaikan beberapa tantangan dalam pekerjaan saya. Solusinya adalah dengan membuat perencanaan yang akurat dan laporan rutin yang tepat waktu.

Mengutip kata-kata yang sudah jamak, “Great journey starts with one small step.”

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: