Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Nafsu Besar Tenaga Kurang

freedigitalphotos.net

Suatu saat, saya bersama istri dan anak-anak melakukan perjalanan malam ke luar kota. Seperti biasanya, saya bertugas menjadi pengemudi. Dalam persiapannya, kami telah menetapkan target-target, seperti kapan kami berangkat, pukul berapa dan dimana saja kami akan berhenti, dan tepatnya kapan kami sampai tujuan. Karena hendak melakukan perjalanan malam, saya pun sudah mempersiapkan diri dengan cukup makan dan istirahat sebelumnya.

Setelah berkendara selama 4 jam, seingat saya pukul 11 malam, mata saya pun tidak kompromi untuk melanjutkan perjalanan. Lantas saya menepikan kendaraan di rest area pom bensin, dengan rencana untuk ke toilet dan memejamkan mata sejenak.

Kami pun melanjutkan perjalanan kembali. Dan, lagi-lagi, istirahat sejenak tadi pun seolah lenyap khasiatnya. Mata kembali berat hanya dalam selang waktu 30 menit berkendara. Selanjutnya, saya pun berkompromi dengan istri saya, untuk kembali melanjutkan istirahat.

Kali ini istirahat saya cukup lama, kira-kira 1 jam. Selepas pukul 00.30 dinihari, kami kembali melanjutkan perjalanan. Keadaan yang sama pun kembali terulang. Mata sudah tidak bisa kompromi lagi, dan akhirnya saya pun pasrah… Saya lebih mengutamakan keselamatan. Selanjutnya, saya tidak memiliki target apa-apa, kecuali sampai tujuan dengan selamat. Itu saja. Total waktu tempuh, yang normalnya 12 jam, kami selesaikan dalam waktu 18 jam perjalanan.

Itulah kisah yang menggelikan dan sering menjadi bahan bercandaan di keluarga saya. Namun, semuanya terkoreksi dengan baik ketika kami kembali pulang ke rumah. Saya memutuskan tidak melakukan perjalanan di malam hari, namun di pagi hari. Fokusnya pun cuma satu, yang penting selamat. Dan, puji syukur…kami pun kembali pulang dalam perjalanan yang lebih lancar dan menyenangkan.

Pelajaran yang saya dapatkan, secermat apapun yang telah kami siapkan, ternyata masih ada satu hal yang tidak saya duga sebelumnya yang menjadi penyebab berubahnya rencana. Yaitu, justru datang dari diri saya sendiri. Meminjam kata-kata yang sering terlihat di bak truk, “Nafsu Besar Tenaga Kurang”.

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: