Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Berdekatan ketika Jauh

freedigitalphotos.net

Bekerja dengan team memang merupakan satu tantangan tersendiri. Namun, bekerja dengan team yang berlokasi jauh dari kita, di kantor cabang misalnya, membuat tantangannya semakin berlipat.

Persoalan di sini tidak meliputi tentang tugas dan jenis pekerjaannya saja. Banyak hal-hal abstrak yang timbul seperti trust (kepercayaan), kesamaan visi, fokus, dan ritme kerja. Di sisi lain, apabila kita terlalu menuntut kepada team yang berlokasi jauh untuk memberikan laporan pekerjaan mereka, tindakan kita pun akan berpotensi menjadi kontra produktif.

Inilah leadership style kita diuji. Orang dengan pola leadership otoriter, pasti beranggapan bahwa bawahan perlu dikontrol, diawasi bahkan kalau perlu dihukum. Saya memiliki teman yang setiap atasannya menelepon, dia langsung stress. Stress yang pertama karena si boss menelepon tanpa melihat waktu. Setelah itu, stress keduanya adalah ketika telepon, boss-nya langsung bertanya, “Lagi apa?”. Pernah suatu saat, boss-nya itu pun meminta teman saya untuk memotret apa yang ada disekitarnya, hanya untuk memastikan bahwa teman saya ini sedang bertugas. Padahal saat itu dia sedang berada di kamar mandi…he he…

Kalau kita memiliki gaya misionaris, dengan prinsip jarang konflik, berusaha membahagiakan bawahan, dan melaksanakan tugas dengan santai, tentu punya kelemahan. Team akan langsung berlarian berhamburan apabila arahannya tidak jelas. Dalam kondisi team berada jauh darinya, cara untuk menyikapinya adalah (1) undang secara berkala untuk meeting, atau (2) kitalah yang berkunjung ke wilayah kerjanya. 

Satu lagi adalah gaya kepemimpinan eksekutif, yang memimpin berdasarkan peraturan. Leader ini menilai kualitas anak buahnya hanya dari hasil pekerjaannya. Deadline ketat dan format report yang kaku merupakan salah satu ciri monitoring tipe kepemimpinan ini.

Upaya-upaya di atas merupakan cara untuk mendekatkan dalam keadaan berjauhan, khususnya berkaitan dengan monitoring kerja team yang tidak berada di lokasi yang sama dengan kita.

Nah, trus ada lagi teman yang bertanya…bagaimana kalau hubungan keluarga dan asmara dilakukan jarak jauh alias long distance relationship? Kalau saya yang orang Feeling sih gak bisa he he…

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: