Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Berapa Lama untuk Bangkit?

Berapa Lama untuk Bangkit

Dok. Istimewa

Saya tertegun tiba-tiba kepada bunga anggrek yang telah saya campakkan 1 tahun lalu. Diam-diam tumbuhan ini berada dalam kondisi sehat wal afiat. Yang membuat saya terkesan adalah tidak hanya sekedar sehat, namun tumbuhan tersebut sukses berbunga dengan cantiknya.

Bunga anggrek ini saya beli dari seorang petani anggrek, yang bagi saya harganya cukup mahal. Motivasi saya membeli anggrek tersebut tidak lebih karena kecantikan bunganya. Si petani pun memberi saya wejangan tentang tata cara perawatan anggrek tersebut, agar bunganya awet dan selalu segar.

Si petani itu pun memberikan estimasi bahwa dalam kondisi sesuai dengan tata cara perawatannya, bunga anggrek ini akan bertahan selama 3 bulan. Berbekal semangat dan ilmu itu pula lah, saya dengan percaya diri membawanya pulang.

Selanjutnya saya cukup sibuk dengan merawat anggrek itu. Sesekali saya jemur di bawah sinar matahari pagi. Kalau malam saya taruh di teras. Saya pun siram anggrek itu dengan air cucian beras untuk menambah nutrisinya. Untuk mendukung kecantikan bunga anggrek itu, saya pun membeli pot keramik yang tidak kalah anggunnya.

Coba tebak berapa lama bunganya bertahan? 3 bulan? Tidak sampai. Bunga anggrek itupun satu demi satu sukses rontok. Bunga habis hanya dalam waktu kurang dari 3 bulan. Seketika itu saya menyesal telah membeli anggrek tersebut. Puncak kekesalan saya adalah dengan mengeluarkan si anggrek tersebut dari ruang tamu, dan saya paksa keluarkan dari dalam pot keramik. Dengan berbekal periketanaman, saya tidak membuangnya di tempat sampah, namun dengan menempelkannya di pohon mangga yang terletak di depan rumah saya.

Setelah itu, saya sengaja tidak mempedulikan anggrek itu lagi. Dulu anggrek ini yang saya manjakan, langsung saya biarkan begitu saja.

Setahun berlalu, dengan status pembiaran, dan sekarang anggrek tersebut sukses berbunga. Saya merasa malu, ya Allah, karena kemampuan dahsyat si anggrek itu untuk segera beradaptasi, mencari nutrisi sendiri, membuat cabang-cabang pohong sendiri, meliuk mencari matahari sendiri, dan berjaya dengan kemekaran bunganya yang indah.

Saya pun kemudian membayangkan, apabila saya tercampak begitu saja, berapa lama saya akan kembali bangkit dan berjaya?

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: