Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Menjual Produk Tidak Laku

freedigitalphotos.net

Kinerja produk yang dijual biasanya terbagi menjadi 2 tipe: Fast Moving dan Slow Moving. Fast moving merupakan produk yang mudah laku. Sedangkan Slow Moving memiliki pengertian sebaliknya. Dalam artikel kali ini, saya akan berbagi strategi untuk menjual produk tidak laku alias Slow Moving.

1. Tetapkan keputusan     

Hal ini adalah masalah mendasar. Tentukan keputusan bisnis, apakah barang-barang ini dikategorikan sebagai slow moving atau tidak? Bisa jadi kita menentukan barang tersebut slow moving, tapi sebenarnya bernilai tinggi (barang antik, misalnya). Jangan-jangan, kita mengiranya slow moving karena salah cara menjualnya. Silakan coba jual barang antik di SPBU. Ya jelas, barang ini akan menjadi slow moving forever he he…

2. Maksimalkan iklan dan display barang     

Bisa jadi barang anda tidak laku karena letaknya yang kurang strategis dan sulit di jangkau oleh pembeli. Anda bisa melakukan sedikit penelitian kepada toko anda, barang apa yang paling laris dan letaknya dimana? Letak barang yang paling laris ini bisa anda pindahkan ke tempat barang yang kurang laris. Untuk barang yang laris, biasanya tetap akan dibeli oleh pembeli walaupun tempat displaynya kurang strategis. Hal ini mungkin dikarenakan barang ini sudah banyak dikenal dan dipercaya orang. Sedangkan untuk barang baru, dimana promosinya masih sangat minim, maka akan tambah sulit dibeli orang jika diletakkan pada bagian belakang.

3. Beri diskon atau layanan tambahan

Cara lazim selain memindahkan displaynya, anda bisa juga menambah promosinya dengan memberikan diskon. Contohnya dengan melakukan promosi beli 5 gratis 1. Atau berikan layanan tambahan, seperti gratis pemijatan untuk setiap pembelian produk spa, misalnya.

4. Proses menjadi produk lain 

Jika barang yang tidak laku ini adalah roti, misalnya, ubahlah roti ini menjadi makanan ikan apabila sudah masuk kadaluwarsa. Hasil panen ikan bisa kita jual sebagai menu restoran.

5. Donasikan

Kill the product dengan cara yang elegan. Ikhlaskan. Namun, pastikan kita memberikan donasi produk dengan keadaan yang masih baik. Periksa kemasan tidak kusam, expire date masih cukup aman, sehingga donasi ini tidak terkesan seperti barang sisa.

6. Bundling dengan produk lain

Jangan segan-segan melakukan join promotion antar perusahaan. Lakukan kerjasama dengan melakukan program bersama. Contoh yang sering kita lihat adalah dengan pembelian mobil dengan mendapatkan asuransi tertentu, voucher pembelian bahan bakar di pom bensin, dan lain-lain.

7. Kemas ulang dengan gaya baru

Salah satu penyebab barang tidak laku mungkin karena barang tersebut terlihat terlalu tua, atau mungkin kemasannya terlalu besar. Segarkan penampilan kemasan dengan corak yang lebih menarik. Buatlah kemasan dalam ukuran yang lebih kecil, sehingga harga jualnya bisa lebih murah, namun dengan margin lebih besar.

8.  Berikan sample kepada pembeli

Barang tersebut menjadi slow moving karena jangan-jangan memang belum ada yang tahu produk itu. Berikan sample produk tersebut kepada pembeli. Sebagai contoh, jika produk itu berupa makanan, anda bisa memberikan sample agar calon pembeli bisa mencicipinya. Beberapa penelitian menunjukkan, apabila sistem sample ini dijalankan dengan baik, hampir 50% penerima sample akan membeli produk tersebut.

Tips di atas bisa dikembangkan lebih lanjut. Intinya adalah jangan terlalu lama menimbun barang. Lakukan apapun untuk menurunkannya.

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: