Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Apa Manfaatnya?

Apa Manfaatnya

Dok. Istimewa

Pertanyaan standar seputar profesi yang diajukan ketika berkenalan adalah “apa pekerjaan Anda?

Pertanyaan di atas mudah dijawab. Kita bisa mengatakan sebagai karyawan, pemilik usaha, ibu rumah tangga, mahasiswa, tukang, sopir, dan lain sebagainya.

Saya pun yakin kalau pertanyaan tingkat dasar ini bisa kita jawab dengan nilai sempurna.

Pertanyaan tingkat selanjutnya adalah “apa yang Anda lakukan?” Pertanyaan ini tentunya memerlukan kalimat penjelasan yang lebih panjang. Kalau Anda seorang sopir, tentu saja kita akan jawab, “Saya mengemudi setiap hari dari rumah majikan ke kantor, kemudian mengantar keluarganya sesuai perintah yang diberikan. Sepanjang hari saya harus memastikan memastikan mobil dalam keadaan bersih dan kondisi kendaraan yang layak jalan.”

Kita pun tentunya bisa menjelaskan tatkala profesi kita sebagai wartawan, penyiar radio, ataupun bahkan seorang penyanyi sekalipun.

Tahap pertanyaan tingkat selanjutnya adalah “apa yang akan kita sebabkan karena profesi kita?“. What do you cause?

Pertanyaan ini membutuhkan waktu lebih lama untuk menjawabnya. Namun, kita harus bisa menjawab pertanyaan ini untuk menentukan tingkat kemanfaatan/ arti kita bagi kehidupan itu sendiri. Inilah pertanyaan tingkat tertinggi.

Sebagai sopir misalnya, pertanyaan di atas bisa dijawab dengan, “Dengan saya mengemudi, peran saya adalah menjaga kendaraan ini dengan baik, mengemudikannya dengan tertib, dan saya akan memastikan bahwa siapapun penumpangnya akan merasa nyaman tanpa perlu memikirkan keruwetan di perjalanan.”

Sebagai seorang marketer misalnya, kita bisa menjawab, “Saya berperan untuk menyajikan kualitas produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.”

Dahsyat, bukan? Itulah makna manfaat. Sebagaimana firman Allah SWT “Tidaklah Aku ciptakan semuanya dengan sia-sia”. Artinya, setiap apapun ciptaan-Nya, pasti memiliki arti tertentu. Pasti ada maknanya. Pasti ada perannya. Ada manfaatnya.

Salah satu indikasi manfaat kita bagi lingkungan sekitar adalah ketika kita sudah tidak ada di sana? Lho kok? Ini kaitannya dengan sifat alamiah manusia. Justru setelah sesuatu itu pergi, barulah kita menyadari manfaatnya.

Akanlah sangat berbahaya apabila kepergian kita justru disambut hangat oleh lingkungan sekitar kita.

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: