Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Pesan untuk Para Suami

Pesan untuk Para Suami

Dok. Istimewa

Saya yakin sebagian besar suami tak melupakan tanggung jawab yang utama yaitu memberi nafkah dan mendidik istri. Namun, terkadang seorang suami (termasuk saya) melupakan atau setidaknya mengabaikan hal-hal yang tampak kecil.

Para suami, cobalah ngobrol berdua dengan istrimu. Ceritakan apa yang terjadi, ungkapkan pendapat, serta sampaikan pula kegelisahanmu. Jangan lupa, dengarkan cerita, keluhan, dan ungkapan isi hati istrimu. Bicaralah dari hati ke hati. Kemudian berdoalah, “Ya Allah, satukan kami selalu dalam cinta-Mu.”

Para suami, jagalah tindakan dan ucapanmu. Bila kau bekerja, pasti kau akan berusaha melayani dan memuaskan pelangganmu. Ketahuilah, istrimu bukan hanya pelangganmu. Ia juga pendampingmu, asistenmu, penasihatmu, managermu, terkadang ia gurumu. Oleh karena itu, ia lebih berhak mendapat layanan terbaik darimu.

Para suami, sekali-kali biarkan istrimu menangis di pelukanmu. Rasakan getaran cintanya dan hapus air matanya dengan tanganmu. Biarkan ia terus menangis dan jangan kau tanya “mengapa kau menangis?” Biarkan ia menangis sepuas-puasnya hingga ia lega. Ketahuilah, tak semua tangisan harus punya alasan.

Para suami, sekali-kali bacalah Kitab Suci di hadapan istrimu. Biarkan ia mendengarkan bacaanmu. Izinkan dia meluruskan kesalahan apa yang kau baca. Rasakan getaran suara saat ia meluruskan bacaanmu. Masukan suara itu ke dalam memori dan hatimu. Setelah itu, bisikkan ke dalam hatimu, “Betapa bahagianya aku didampingi istriku. Sungguh aku akan berusaha keras untuk membahagiakanmu.”

Para suami, ajaklah istrimu dalam kegiatanmu. Apabila ada rejeki lebih, belikan tiket untuk istrimu menyertai tugas kantormu ke luar kota. Tunjukkan pekerjaanmu kepadanya dengan niat agar dia bisa lebih memahami pekerjaan yang kita lakukan. Mintakan doa istrimu agar pekerjaan tersebut semakin berkah dan mengembangkan kompetensi kita.

Para suami, ijinkanlah istrimu untuk beraktifitas ekstra di luar rumah seperti ke salon, kursus, pergi menengok orang tuanya, arisan, shopping, dan sebagainya. Anggaplah itu sebagai “me time” baginya dari rutinitas kegiatan di rumah atau di pekerjaannya, tanpa perlu kita campuri.

Para suami, ada hal-hal kecil yang kau anggap sederhana tetapi itu bermakna bagi istrimu. Kecuplah keningnya, godalah ia. Di tengah kesibukanmu, kirim sms atau pesan singkat. Boleh jadi hanya berupa tiga kata “I Love You” atau “I Miss You”. Itu tentu akan menambah cinta istrimu kepadamu. Ketika pulang kantor, sesekali mampirlah beli martabak telur misalnya, sebagai buah tangan baginya.

Para suami, perhatianmu kepada istrimu bukan karena istrimu memperhatikanmu. Melainkan itu merupakan kenikmatan bagimu. Semakin besar perhatianmu maka semakin besar kenikmatan dan kebahagian hidupmu. Bila kau hanya fokus pada kehidupanmu dan mengabaikan istrimu maka perlahan namun pasti kenikmatan dan kebahagian akan menjauh darimu. Camkan ini wahai para suami…

Foto di artikel ini adalah kegembiraan kami sekeluarga di Floating Market, Lembang, Bandung.

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

 

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: