Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Evaluasi Tim Anda

Evaluasi Tim Anda

freedigitalphotos.net

Dalam posisi sebagai leader atau pemimpin, kita dituntut untuk menilai kinerja tim kita. Hasil penilaian kinerja ini dapat digunakan sebagai acuan pengembangan (people development).

Penilaian berbasis kompetensi amatlah tepat dilakukan. Pepatah mengatakan “get the right man on the right place“. Menilai karyawan berdasarkan “like and dislike” (suka dan tidak suka) sudah bukan jamannya lagi.

Apakah kita mau memilih koki restoran kita dengan modal ganteng semata? Tentunya kompetensi utama koki adalah racikan, penyajian, dan mutu makanan yang dihasilkan. Kalaupun kita dapat koki ganteng, menguasai bahasa asing, dan selalu tersenyum 24 jam, itu namanya bonus he he…

Nah, kembali ke laptop. Bagaimanakah caranya mengevaluasi? Lakukan dahulu identifikasi tim kita berdasarkan KEMAMPUAN dan KEMAUAN.

Kemampuan berkaitan dengan kompetensi dasar kerja, seperti keterampilan mengetik, menganalisa data, dan melakukan komunikasi. Kemauan meliputi keinginan untuk maju, belajar dari kinerja masa lalu, berorientasi pada tujuan, bekerja sama dengan team, dan seterusnya.

Kemudian kategorisasikan KEMAMPUAN dan KEMAUAN menjadi 4 group berikut:

1. Mampu dan Mau

Masukkan orang yang dalam kategori ini sebagai HIGH POTENTIAL. Dia layak dipromosikan, diberi wewenang yang lebih tinggi, dan bahkan berpotensi sebagai pengganti diri kita selanjutnya.

2. Tidak Mampu dan Mau

Ketidakmampuan mengerjakan tugas yang diberikan sesungguhnya mencerminkan kurangnya skill/keterampilan yang dimiliki. Selama dia mau maju, berilah coaching yang mendalam, kirimkan dia ke dalam lembaga training, dan secara periodik lakukan evaluasi terus menerus.

3. Mampu dan Tidak Mau

Golongan ini merupakan penjunjung tinggi simbol kemalasan. Memiliki kemampuan dan jam terbang tinggi namun tidak mau jalan layaknya seperti mobil super namun teronggok di garasi. Kita harus memberikan motivasi kerja kepadanya. Tanyakan secara personal apakah ada hal-hal yang membuatnya tidak nyaman bekerja. Berikan solusi yang konstruktif tanpa kita mencampuri urusan pribadinya.

4. Tidak Mampu dan Tidak Mau

Untuk yang masuk golongan ini, solusinya cukup satu, yaitu keluarkan saja. Dia akan menjadi beban kinerja abadi. Selamatkan orang itu dengan memberikan pesangon sesuai aturan. Panjatkan doa semoga ada tempat yang lebih sesuai baginya di luar sana.

Dengan melakukan grouping keempat hal di atas, belumlah cukup bagi kita untuk melakukan pengembangan tim kita. Sebagai pemimpin, kita harus memiliki visi ke depan dan harus berhasil meyakinkan tim kita tentang arah tersebut. Insyaallah saya akan share mengenai penyamaan visi pada artikel selanjutnya.

Have a productive day!!!

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: