Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Kelompok 20 atau 80?

freedigitalphotos.net

Prinsip Pareto, berawal dari observasi pada tahun 1906, menyebutkan 80% tanah di Italia dimiliki oleh 20% jumlah penduduk. Selanjutnya, prinsip 80-20 kemudian dikembangkan dalam dunia bisnis. Misalnya 80% penjualan datang dari 20% pelanggan.

Selain contoh di atas, prinsip 80-20 bisa dikembangkan seperti ini:
– 80% keuntungan bisnis diperoleh dari 20% pelanggan
– 80% komplain berasal dari 20% pelanggan
– 80% keuntungan diperoleh dari 20% waktu yang digunakan
– 80% penjualan berasal dari 20% produk

Dalam implementasi Prinsip Pareto, selalu kita hubungkan dengan bidang pekerjaan atau bisnis yang kita geluti. Namun, apakah kita pernah menerapkan prinsip 80-20 dalam kehidupan kita sendiri?

Apakah kita sudah menggunakan 80% energi kita pada pilihan profesi kita, dan 20% sisanya kita gunakan untuk yang lain? Sebelum kita fokus pada penggunaan 80% energi kita, apakah kita telah menemukan pilihan profesi kita? Apakah kita telah mengetahui apa kekuatan kita sehingga 80% energi kita layak diarahkan ke sana?

Apakah kita masuk kelompok 20 yang mempengaruhi 80 bagian perusahaan? Ataukah kita masuk kelompok 80 yang dikendalikan oleh segelintir orang? Apabila kita menjadi kutu loncat dalam profesi kita, adakah yang layak dibanggakan? Apakah kita memiliki prinsip palugada (apa yang elo mau, gua ada). Apabila kita jadi karyawan, siang malam kerja keras, ditambah berkorban untuk waktu keluarga namun tetap menjadi karyawan rata-rata, merupakan sinyal bahwa kita masuk di kelompok 80.

Untuk masuk menjadi kelompok 20 yang menggenggam 80 bagian, tetapkan pilihan hanya untuk menjadi yang terbaik. Bukan yang biasa-biasa saja. Bukan sebaliknya, yaitu menjadi kelompok 80 yang berebut 20 bagian. Rasanya pasti capek apabila ikut kelompok 80, karena yang ‘berebut’ lebih banyak, sementara yang ‘direbutkan’ sedikit.

Jadi, pastikan kita ada di sebuah perusahaan yang bisa membuat kita sebagai karyawan terbaik. Belum jadi karyawan terbaik juga? Pilihannya tinggal dua: kerjalah dengan cerdas atau keluar dari perusahaan itu.

Sebaliknya, apabila kita masuk kelompok 20, rasanya akan enjoy, nikmat, happy, dan bayarannya pasti mahal.

Ayo, pilih kelompok mana?

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: