Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

4 Strategi Penjualan Khusus Seasonal

4 Strategi Penjualan Khusus Seasonal

Dok. Istimewa

Setiap produk memiliki siklus alami dan masa-masa khususnya sendiri. Hal ini sudah dikenal dengan istilah sales life cycle. Siklus ini menggambarkan kapan suatu produk mulai menjalani pre-order (pemesanan awal), mencapai puncak penjualan, kemudian produk mulai out of stock (OOS), sampai kapan penjualan mulai tersendat, dan terus menurun.

Untuk itulah, sangat penting kita melakukan persiapan dalam menghadapi life cycle dalam suatu periode, termasuk perubahan season/ musim. Season yang dimaksud di sini adalah misalnya ketika momen tahun baru, lebaran, liburan sekolah, dan seterusnya.

Dengan 4 strategi berikut, kita akan mendapatkan peluang yang cukup baik pada setiap perubahan cycle/ season yang terjadi.

1. Identifikasi kebutuhan konsumen pada masa-masa khusus

Usahakan kita mengerti dengan betul apa kegunaan produk kita, dan bagaimana konsumen meresponnya. Sebuah produk susu anak barangkali menjadi prioritas dan tidak perlu kuatir dengan istilah season. Tanggal tua atau tanggal muda, liburan sekolah atau tidak, ibu-ibu pasti berbelanja susu anak secara rutin. Namun, untuk produk seperti sepeda misalnya, penjualannya cenderung lebih tinggi pada saat liburan sekolah.

2. Lakukan persiapan jauh-jauh hari

Jangan tunggu hari masuk sekolah setelah liburan, baru kita siapkan produk buku tulis yang baru. Kita harus persiapkan produk dan konsep promosinya 2-3 bulan sebelumnya. Manfaat lain adalah memberikan cukup waktu bagi tim retail/ account untuk memesan tempat display. Bayangkan saja. apabila saat ini kita sudah melihat display-display produk sembako, biskuit, sirup, dan parcel di supermarket pada bulan Ramadhan, pemesanan tempat display sudah dilakukan dari 6 bulan sebelumnya.

3. Gunakan dengan produk yang sudah ada

Kita tidak perlu merubah produk secara khusus untuk menghadapi season ini. Lakukan evaluasi terhadap produk yang ada dan coba simulasikan apakah ada yang bisa dipromosikan sebagai produk seasonal. Kadang, marketer sering menggunakan ide-ide imajinasinya dalam hal ini. Misalnya membayangkan dengan membuat parcel atau paket unik, dikemas dengan tulisan atau ucapan khusus, atau di bundling dengan produk lain agar bisa digunakan secara praktis sebagai keperluan liburan, misalnya.

4. Rubah tema promosi secara menyeluruh

Coba deh kalau ada waktu luang, browsing-lah mengenai suatu produk. Ketik saja di mbah Google. Kemudian coba cek dengan fakta di lapangan. Hasilnya? Surprise!!! Banyak produk yang ada di Google, yang ternyata tidak mencerminkan situasi sebenarnya. Ada promo tertentu yang tidak tercapture di situ. Tidak sedikit ditemukan beberapa situs produk atau perusahaan yang sudah tidak update selama bertahun-tahun. Lakukan perubahan tema secara menyeluruh. Refresh secara total, jangan hanya sebagian. “Biayanya mahal, pak,” kata seorang pemilik usaha ketika saya singgung hal di atas. Jawaban yang klasik dan sangat berorientasi profit jangka pendek he he… Saya cukup tersenyum saja dalam merespon komentar beliau. Sebenarnya, biayanya tidak seberapa dibanding dengan besarnya kehilangan penjualan terhadap nilai produk itu sendiri. Karena kita gagal merencanakan dan melakukannya secara menyeluruh.

Yuk kita ke toko dan amati produk mana saja yang sudah berhasil menerapkan strategi di atas.

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: