Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Berkah di Kala Macet

ilustrasimacetDalam keseharian, saya bekerja sebagai karyawan di perusahaan swasta. Lokasi kerja di daerah SCBD (Sudirman Center Business District) yang berjarak kira-kira 55 km dari rumah saya memang cukup menyita waktu, baik ketika berangkat ataupun pulang.

Diperlukan kedisiplinan serta kesabaran, dan tidak lupa strategi mengemudi yang jitu (apabila nyetir mobil pribadi) untuk mengarungi perjalanan tersebut.

Dengan kalimat bercanda, saya sering bilang ke teman-teman, “Saya kalau ke kantor gak terlalu parah kok macetnya. Cukup dari rumah sampai kantor saja he he…”. Itulah cara saya untuk menghibur diri dan terus memotivasi agar saya punya stamina yang konsisten dalam perjalanan ke tempat kerja.

Jarak sejauh itu biasa ditempuh dalam waktu 1,5-2 jam perjalanan. Tetap tergantung kondisi lalu lintas di sepanjang jalan yang tidak bisa diprediksi. Ada 3 prinsip menjalaninya, yaitu (1) maju ke depan kalau ruang kosong, (2) pindah jalur apabila aman, dan (3) tetap jaga jarak dengan kendaraan lain.

Tanpa saya sadari, sebenarnya 3 prinsip di atas merupakan hal-hal yang kita lakukan untuk mencapai tujuan kita. Tidak hanya untuk target bepergian ke suatu tempat, bahkan bisa pula kita gunakan template 3 prinsip di atas untuk menuju target yang lebih luas. Target karir dan target hidup pun bisa menggunakan prinsip-prinsip di atas.

Dalam berkarir, misalnya, seberat apapun kita harus tetap maju ke depan. Caranya, dengan pasti maju ke depan ketika kosong. Kosong di sini artinya ketika tiba kesempatan yang bisa kita gunakan untuk menunjukkan kemampuan ekstra kita.

Prinsip pindah jalur apabila aman pun bisa digunakan apabila kita hendak berpindah profesi, contohnya. Jangan harapkan burung terbang tinggi, punai di tangan dilepaskan. Jangan hanya karena terpengaruh seminar wirausaha satu dua kali, kita langsung memutuskan resign dari tempat kerja tanpa perhitungan yang matang.

Jaga jarak aman dengan kendaraan lain bisa menggambarkan posisi kita dibanding rekan atau teman-teman kita dalam lingkup organisasi, lingkungan, dan seterusnya. Etika kesopanan dan saling menghormati pun tentu menjadi dasar hubungan. Bukan saling sikut untuk bersaing, apalagi menang di atas penderitaan orang lain.

Selalu ada hikmah dalam setiap peristiwa. Draft tulisan ini saya tulis beberapa hari yang lalu sembari menikmati kemacetan sepanjang 55 km. Selama jeda 20 menit, jalanan terhenti tidak berjalan semeter-pun tanpa harapan. Tetap semangat!!!

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: