Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Update Diri Anda

Update Diri Anda

freedigitalphotos.net

Istilah update pasti sudah sangat familiar dengan kita. Apalagi kalau kita memiliki gadget seperti smartphone dan laptop. Dalam jangka waktu tertentu, muncul notifikasi update. Hal ini biasanya dilakukan untuk mengganti aplikasi dengan versi yang lebih baru, menghilangkan error/ bugs pada versi sebelumnya, dan penambahan fitur sesuai dengan perkembangan aplikasi tersebut.

Dalam merespon notifikasi update tersebut, kita dihadapkan pada pilihan untuk “SKIP” alias tidak melakukan update, atau “CONTINUE”, yang mana kita mengijinkan aplikasi tersebut melakukan update yang diperlukan. Tujuan update ini adalah mendapatkan perbaikan kompatibilitas aplikasi. Pada beberapa kasus, keberhasilan update aplikasi tersebut berkaitan pula dengan life cycle dan spesifikasi gadgetnya.

Untuk gadget yang sudah berusia 5 tahun misalnya, update yang dilakukan pada saat ini cenderung “memberatkan” gadgetnya. Aplikasi sudah semakin update dan canggih, namun spesifikasi hardware tetap seperti dulu. Contoh efek update yang memberatkan adalah memakan memory sehingga membuat storage full. Akibatnya, update justru tidak produktif karena terasa lemot dan mentok.

Bagaimana dengan diri kita? Beberapa perbincangan saya dengan rekan-rekan senior yang telah sukses dalam karir dan bisnisnya, ternyata kuncinya adalah menjadi seseorang yang selalu “meng-update dirinya”. Caranya adalah dengan selalu belajar dan belajar agar bisa menjadi lebih baik. Lengkapi update kita dengan dengan banyak keahlian. Agar di dalam menghadapi suatu tantangan, solusi akan menjadi lebih mudah.

Apakah ada kemungkinan kita menjadi lemot setelah melakukan update? Mari kita lihat fakta-fakta otak berikut ini. Dengan berat sekitar 1,5 kg (kurang dari 2,5% berat tubuh), otak mengkonsumsi 25% total energi tubuh, yang terdiri dari lebih dari 100 milyar sel syaraf (neuron), 1 trilyun sel glia, 1000 trilyun sambungan (sinapsis), dan 280 kuintilium memori. Roger Sperry menemukan dua belahan otak manusia yang cara bekerjanya sangat berbeda. Otak kiri “otak logis” (suka mengoreksi) dan otak kanan “otak imajinatif” (suka mengacak).

Menurut Gardner, kecerdasan merupakan kumpulan kepingan kemampuan yang ada di beragam otak. Semua kepingan ini saling berhubungan, tetapi juga bekerja sendiri-sendiri. Temuan Gardner ini didasarkan pada penelitian para pakar otak (neurolog) bahwa otak manusia itu terdiri atas area-area atau kepingan-kepingan. Dan yang terpenting, mereka tidak statis atau ditentukan saat lahir. Seperti otot, kecerdasan dapat berkembang sepanjang hidup asal terus dibina dan ditingkatkan.

Nah, artinya, tidak ada istilah mentok atau storage full bagi manusia. Setuju ya? Yuk kita sama-sama update diri kita. Kalau terasa otak kita mentok dan gak bisa mikir, bagaimana ya? Atau barangkali kita memulai update dengan mempelajari cara untuk meningkatkan kesehatan dan produktifitas otak kita? Yuk mari…never stop learning.

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: