Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

70:20:10

ID-10033895For English version, click here.

Ingin tahu seberapa tinggi posisi karyawan di dalam perusahaan? Silakan cek apakah kata “karyawan” disebutkan dalam visi dan misi perusahaan tersebut.

Bagi Anda yang bekerja dalam perusahaan yang menyebutkan kata “karyawan” dalam visi dan misinya, saya ucapkan selamat. Anda telah dihargai sebagai aset yang harus berkembang seiring dengan bertumbuhnya perusahaan. Apabila kata tersebut tidak ada, semoga posisi karyawan tetap dinilai dan diakui dengan baik dalam praktek keseharian.

Tentu kita sama-sama sepakat, bahwa karyawan harus memiliki kemampuan yang meningkat, seiring dengan meningkatnya permintaan output yang dihasilkan. Kali ini, saya akan berbagi pengalaman dalam meningkatkan kompetensi karyawan dengan rumus 70:20:10, yaitu:

70% on-the-job-learning

Secara bercanda, metode ini disebut dengan “diceburin ke laut”. Artinya, dengan mengerjakan langsung tugas sehari-hari, niscaya kompetensi karyawan tersebut akan otomatis bertambah. Dengan menulis email, menerima telepon dari pelanggan yang komplain, melakukan presentasi, menganalisa data, hadir dalam rapat, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pekerjaan, secara langsung karyawan akan belajar dan mendapatkan pengalaman untuk pengembangan dirinya.

20% mentoring dan coaching

Pada suatu titik, karyawan akan menghadapi kesulitan atau pertanyaan dalam menyelesaikan pekerjaan yang sedang dilakukan. Inilah peran mentoring atau coaching. Karyawan akan menimba ilmu dengan bertanya langsung kepada atasan, berdiskusi dengan rekan sekerja, mendengarkan kinerja masa lalu, mengikuti arahan atasan, memberikan feedback positif, dan sebagainya.

Pada sisi sebaliknya, apabila seseorang melihat adanya kesulitan yang dihadapi oleh karyawan lain, maka mentoring dan coaching ini pun harus dilakukan oleh seseorang yang memiliki otoritas sebagai interaksi logis dalam pekerjaan.

10% sesi pelatihan di dalam kelas  

Pelatihan di dalam kelas merupakan kegiatan formal dari perusahaan yang mengharuskan karyawan untuk mengikutinya. Tanpa melupakan peranan pentingnya, sesi pelatihan formal di dalam kelas memiliki tantangan tersendiri. Selain waktu pekerjaan yang ditinggalkan dan biaya pelatihan, tantangan terbesar untuk training di dalam kelas adalah bagaimana peserta dapat mengimplementasikan hal-hal yang telah dipelajari dari pelatihan secara konsisten dan termonitor. Tidak jarang kita jumpai fakta mengenai karyawan yang telah menyelesaikan training, kemudian kinerjanya terlihat sama saja ketika kembali ke tempat kerjanya.

Formula 70:20:10 saya nilai cukup untuk mengantisipasi kendala-kendala yang ada. Waktu pekerjaan tetap berjalan, aktifitas kerja tidak terlalu terganggu, kegiatan dan interaksi antar karyawan berlangsung positif, serta penggunaan budget yang efektif dan efisien secara keseluruhan. Formula tersebut juga memerlukan komitmen dari perusahaan untuk benar-benar melakukan ketiga hal tersebut.

Jangan sampai terjadi yang sebaliknya. Jumlah training di kelas dibatasi dengan alasan hemat biaya, namun atasan juga enggan dan tidak bisa melakukan fungsi coaching dengan benar, serta pemberian jobdesc bagi karyawan yang berjalan dengan serabutan. Hal ini akan membuat kualitas dan kompetensi manusia di dalamnya akan semakin menurun.

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

=====

English Version.

Do you want to know how high the position of employees in the company? Please check whether the word “employee” is mentioned in the vision and mission of the company or not.

For those of you who work in companies that mention the word “employee” in its vision and mission, I say congratulations. You have been appreciated as an asset that must be developed along with the growth of the company. If the word is not there, hopefully the position of employees are valued and recognized well in daily practice.

Of course we agreed that employees should have the ability to increase, along with the increasing demand to generate output. This time, I will share how to improve the employees competency using a 70:20:10 formula, namely:

70% on-the-job-learning

As the common practice, this method is called the “get in to the water”. Meaning, by doing direct daily tasks, the employee will improve their competencies. Writing emails, taking calls from unhappy customers, do presentations, analyze data, meeting attendance, and other matters relating to day-to-day work activities. Using this method, the employees will learn and gain the experience as they need it for development.

20% mentoring and coaching

At certain point, the employee will face difficulties or questions in completing the task at work. This is the role of mentoring or coaching. Employees will get the answer and gain knowledge by asking the boss, discussions with colleagues, listening to the past performance, follow the direction of superiors, provide positive feedback, and so on.

On the contrary, when one sees the difficulties faced by other employees, mentoring and coaching then must be done by someone who has the authority as a logical interaction in the work.

10% in-class training

Training in the classroom is the formal activities that require employees to attend. However, formal training sessions in the classroom has its own challenges. Not only the time of work that was abandoned, higher costs, but also the biggest challenge for training in the classroom is how the participants can implement things consistently and monitored. I have found facts regarding the employees who have completed the training, then still got the same performance when returning to the workplace.

70:20:10 formula above is sufficient to anticipate the constraints that exist. Working time is still manageable, the work activity is not too disrupted, more showing the positive interaction among employees , and – last but not least- the use of effective and efficient budget as a whole. The formula also require a commitment from the company to actually do above things wisely.

Not to be happen otherwise. I can’t imagine if the number of training in the classroom is being limited based on cost saving reasons, also there was in-proper coaching function from superior, plus unclear of job-desc for employees. This would be easier to decrease the quality and competency of the people.

Wish all to be success.

Want to chat with me?  Follow me at twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: