Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Merubah Marketing Plan (Change Marketing Plan)

marplan-5-e1421900431982

For English version, click here

Situasi ekonomi saat ini benar-benar menantang. Ketika daya beli masyarakat menurun sementara harga bahan baku meningkat, pemasar ditantang untuk menemukan cara-cara baru sehingga pekerjaan pemasaran berjalan lebih efektif, mendapatkan lebih banyak dari yang diinvestasikan untuk pemasaran, mengukur dan berhitung secara cermat keputusan pemasaran yang dilakukan.

Kasus di atas adalah bagi penyedia barang. Bagaimana dengan penyedia jasa? Persaingan yang semakin ketat selalu membuat perang harga pun menjadi favorit. Ketika saya menanyakan jumlah penumpang bagi sopir taksi reguler di Jakarta, hampir selalu mereka mengeluhkan persaingan dengan “taksi yang tidak nampak”. Maksudnya adalah aplikasi sewa kendaraan online, yang tentu menggerus calon penumpang taksi reguler.

Singkatnya, pemasar harus melakukan perubahan. Bila tidak, sulit bagi perusahaan untuk mencapai hasil yang ditargetkan, kalau tidak mau dikatakan tergilas oleh perubahan itu sendiri. Melakukan hal yang sama dalam lingkungan ekonomi yang masih belum menentu seperti sekarang ini dan mengharapkan hasil yang sama adalah keputusan paling buruk.

Strategi pemasaran yang disusun pertengahan atau akhir tahun lalu, pada dasarnya hanyalah sebuah hipotesis. Ini tebakan terbaik dari tim pemasaran atas situasi yang akan datang dan bagaimana langkah-langkah memanfaatkan situasi tersebut. Berdasarkan hipotesis itu perusahaan atau pengelola merek membuat target atau hasil yang diharapkan.

Dalam konteks marketing plan, target diharapkan tercapai di segmen konsumen yang mana dan dengan menggunakan pesan serta media apa. Nah, terjadi perubahan lingkungan secara signifikan. Ekonomi yang diperkirakan tumbuh di atas 5,5% anjlok menjadi hanya 4,7 %. Ini berarti lapangan kerja yang tersedia juga tidak sebesar yang diharapkan. Ini berarti juga ada sekian juta angkatan kerja yang tidak terserap lapangan kerja sehingga otomatis mereka tidak mendapatkan penghasilan. Ujung-ujungnya, besarnya pasar tidak sebesar yang yang diharapkan.

Mungkin pemasar telah menerapkan strategi pemasaran dengan seperangkat pendukung tindakan terkoordinasi untuk mengejar tujuan dan sasaran tertentu. Tapi bagaimana jika target tidak tercapai? Bagaimana jika tindakan pemasaran tidak membuahkan hasil yang diinginkan?

Jika perusahaan gagal mencapai yang diharapkan, itu saja dikarenakan hipotesis Tim pemasaran tidak terbukti atau gagal. Dengan kata lain, asumsi yang digunakan dalam penyusunan marketing plan tidak tepat atau berubah. Itu juga bisa dianggap sebagai isyarat bahwa perusahaan harus melakukan revisi atau penyesuaian agar dalam waktu yang tersisa perusahaan bisa mencapai target.

Strategi sebagai bagian dari marketing plan klasik biasanya dibangun oleh dua elemen: analisis situasi dan rencana taktis yang terinci. Analisis situasi adalah kajian mendalam dari suatu bisnis. Ini mencakup informasi tentang pelanggan dan pesaing, review tren kunci dalam industri, analisis hasil bisnis baru dan penilaian atas perubahan-perubahan, termasuk perubahan teknologi.

Dalam beberapa kesempatan, pemerintah mengatakan bahwa situasi saat ini, selain dikarenakan melambatnya ekonomi dunia, yang juga penting adalah kurang lancarnya belanja pemerintah. Semester ini, pemerintah akan melancarkan penyaluran belanja itu. Itu berarti ada peluang bahwa konsumsi masyarakat meningkat kembali.

Pertanyaannya adalah apakah alokasi penyaluran dana belanja pemerintah itu tidak berubah? Beberapa waktu lalu ada kabar bahwa pemerintah akan mengajukan perubahan anggaran baru dengan memangkas anggaran kegiatan beberapa kementrian dan mengalokasikannya untuk peningkatan kesehatan masyarakat. Jumlah sangat besar. Sekali lagi itu berarti perubahan.

Apakah Anda tidak berubah? Bila Anda sekarang bertahan dengan target Anda, katakanlah karena Anda memiliki beberapa skenario situasi saat penyusunan marketing plan, maka rincian rencana itulah yang seyogyanya harus berubah. Rencana rinci memberikan gambaran atas semua secara lebih spesifik; itu mencakup semua tindakan yang akan dilakukan dan menjabarkan unsur-unsur tertentu dari masing-masing bagian. Bagian dari rencana ini sering diselenggarakan oleh fungsi; ada bagian iklan dan bagian promosi dan bagian harga, serta distribusi.

Jadi, apakah tetap bertahan dengan marketing plan Anda yang lama?

Salam.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

===

English Version.

The current economic situation is really challenging. When the people’s purchasing power decreases while the price of raw materials increases, marketers are challenged to find new ways to work more effectively marketing, get more than that invested in marketing, measure and count carefully conducted marketing decisions.

The above case is for providers of goods. How does the service provider? The increasingly fierce competition always makes the price war was a favourite. When I asked the number of passengers for regular taxi driver in Jakarta, almost always they complained about competition with “taxi invisible”. That is the on-line vehicle rental application, which would take the regular taxi passengers.

In short, marketers must make changes. If not, it is difficult for companies to achieve targeted results, if not to say crushed by the change itself. Doing the same thing in the economic environment that remains uncertain as it is today and expect the same results is the worst decision.
The marketing strategy drawn up the middle or end of last year, is basically just a hypothesis. It’s best guess of the marketing team on upcoming situation and how the steps to take advantage of the situation. Based on the hypothesis that a company or brand managers make the target or expected results.

In the context of the marketing plan, expected to be achieved in the target segment of consumers where and using what messages and media. Well, there was a significant change in the environment. Economy expected to grow above 5.5% fall to just 4.7%. It means jobs that are available are also not as big as expected. It also means there are many millions of unabsorbed labour force employment , that lead to less earning. In the end, the size of the market is not as big as expected.

Perhaps marketers have implemented a marketing strategy by supporting a set of coordinated actions to pursue specific goals and objectives. But what if the target is not reached? What if marketing actions do not produce the desired results?

If the company fails to achieve the expected, it was only because the hypothesis is not proven marketing team or fails. In other words, the assumptions used in the preparation of a marketing plan is not appropriate or changed. It could also be considered as a signal that the company must make revisions or adjustments that in the time remaining to reach the target company.

Strategy as part of the classic marketing plan is usually made up of two elements: analysis of the situation and a detailed tactical plan. Analysis of the situation is the in-depth study of a business. It includes information about customers and competitors, reviews key trends in the industry, the analysis of new business results and assessment of changes, including changes in technology.

On several occasions, the government said that the current situation, besides due to the world economic slowdown, which is also important is less smooth government spending. This semester, the government will launch a project to address this issue. That means there is a chance that consumer spending increased again.

The question is whether the allocation of public expenditure flows it does not change? Some time ago there was news that the government will propose a new budget changes by budget cuts and allocate activities of some ministries to improve public health. Very large numbers. Once again it means change.

Do you not changed? If you’re sticking with your target, let’s say you have several scenarios for the current situation of the preparation of marketing plans, the details of which should be a plan that must be changed. Detailed plan provides an overview of all the more specific; it includes all the actions to be carried out and lays out the specific elements of each piece. Part of this plan is often organized by function; advertising, promotion section, price, and distribution.

So, do you stick with your old marketing plan?

Want to chat with me?  Follow me at twitter @syarifulakbar.

Single Post Navigation

2 thoughts on “Merubah Marketing Plan (Change Marketing Plan)

  1. Gizikita on said:

    Terima kasih Mas, tulisannya informatif sekali.

    Keren juga ada translasi ke bahasa Inggrisnya.

    Ditunggu tulisan-tulisan selanjutnya Mas.😀

  2. arfia on said:

    Siap…terima kasih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: