Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Menata yang Perlu

180213_solo_buah-impor_bur4Kali ini saya ingin melakukan refreshment tentang salah satu langkah dalam penjualan, yaitu merchandising. Apa sih artinya merchandising? Makna singkat merchandising adalah berkait dengan penataan barang atau display produk.

Merchandising dalam dunia retail mengacu pada berbagai produk yang tersedia untuk dijual dan tampilan produk tersebut sedemikian rupa sehingga merangsang minat dan membujuk pengunjung toko untuk membelinya. Sehingga, semua tampilan visual dengan desain produk, susunan kemasan, label harga, diskon, dan atribut lain harus merangsang konsumen untuk berbelanja lebih banyak.

Merchandising merupakan pendekatan visual. Jadi, batasi dengan analisa yang lainnya. Jangan kaitkan dulu merchandising dengan mutu produk, harga, kepuasan konsumen, kompetitor, asas dan culture perusahaan, bagaimana respon tim customer service, dan sebagainya.

Jangan main-main. Merchandising adalah ilmu yang dahsyat. Saya selalu banyak belajar dari seorang Merchandising Manager yang mampu menciptakan display, yang mengacu pada pikiran konsumen. Yaitu memahami segala sesuatu yang meliputi cara berpikir, kebiasaan atau kecenderungan psikologis konsumen yang mempengaruhi perilaku mereka saat berbelanja dan berada di dalam toko. Luar biasa, kan?

Belum lagi seorang merchandiser harus mampu menata barang yang bagus (terencana, kreatif, informatif dan komunikatif), sehingga akan menghasilkan respon penjualan yang maksimal, memudahkan konsumen menentukan barang yang dicari serta menciptakan suasana nyaman dalam berbelanja.

Apalagi kalau seorang konsumen sudah dipicu secara emosional dalam waktu yang singkat. Apapun itu, kalau menarik, pasti akan didekati. Mendekati akan menciptakan peluang membeli. Bahkan, desain produk yang tertangkap langsung dari luar, dapat membangun kesan pertama yang memancing orang untuk masuk ke dalam toko tersebut.

Sekali lagi, ujung-ujungnya adalah penjualan. Dan sekali lagi, ini ilmu yang ulung.

Kedahsyatan merchandising ini sering membuat saya tersihir ketika masuk ke sebuah toko. Pemajangan barang yang rapi, diam-diam membuat saya tertarik untuk datang mendekati. Selanjutnya, diam-diam pula saya memuji cara penataannya. Dan akhirnya saya ambil satu dua produknya. Tujuannya terkadang untuk menghormati kerja para merchandiser. Bahkan, hal ini belum tentu saya lakukan kalau ada SPG produk disitu.

Nah, pertanyaan menggelitik selanjutnya. Apakah kita sudah melakukan merchandising terhadap diri kita sendiri? Bisakah ilmu merchandising ini diterapkan untuk meningkatkan “penjualan” dan “nilai” kita?

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar

(Foto di atas merupakan ilmu merchandising yang sudah dipraktekkan oleh pedagang buah di Solo)

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: