Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Konkritkan

151015104328Setelah saya menuliskan pikiran yang muncul ketika merenung itu memang baik. Tetapi, saya sadar bahwa tidak ada yang lebih membantu saya tumbuh kecuali mewujudkan pemikiran-pemikiran itu dalam tindakan.

Ketika membaca buku, misalnya, selalu ada saja pemikiran, kutipan, atau pelajaran yang bisa saya gunakan. Saya pun tidak bosen-bosennya membaca ulang beberapa buku yang sama sampai entah kesekian kalinya. Namun, setelah menutup buku, saya tidak lagi memikirkannya.

Ketika menghadiri seminar, saya menyukai pengalaman tersebut, mendengarkan para pembicaranya, dan terkadang bahkan mencatat. Tetapi setelah pulang, saya tidak lakukan apapun. Saya suka konsep-konsep yang didengar, tetapi seketika saya menghadapi problem solving, saya tetap menggunakan cara yang sama dengan sebelumnya

Ketika saya berdiskusi dengan teman dekat, pada saat itu saya manggut-manggut, mengamini, dan diam-diam berkomitmen untuk menjalani perbaikan-perbaikan yang disarankan. Namun, setelah kembali ke rumah, kembali ke rutinitas pekerjaan, saya pun kembali lagi terjebak dalam keruwetan itu, dengan berharap keajaiban dari Allah untuk mewujudkannya.

Antusiasme membaca buku, mengikuti seminar, dan berdiskusi, tidak lebih untuk memperoleh sedikit motivasi. Untuk melepaskan beban pikiran. Namun, ketika kembali ke kehidupan sesungguhnya, saya kembali lagi ke kebiasaan yang ada. Hening dan sunyi. Tidak ada perbedaan apapun terhadap apa yang saya lakukan sebelumnya.

Inilah tantangan saya saat ini, yaitu konkritkan. Wujudkan. Jalankan. Action. Make it happen.

Saya selalu menganggap dalam perjalanan hidup ini, selalu ada titik-titik jeda untuk kita berpikir reflektif. Kalau di balapan mobil, ada yang namanya titik pit stop. Di titik itulah mobil balap diperiksa mesinnya, diganti bannya, dan diisi bahan bakarnya. Tujuannya adalah agar mobil balap ini siap kembali dengan kalkulasi selanjutnya agar menjadi lebih baik.

Kembali ke berpikir reflektif ini, ujung-ujungnya adalah memberi 3 hal situasi. Yaitu (1) menilai apa yang terjadi sekarang, (2) mempertimbangkan kejadian masa lalu, dan (3) memberi arah ke tentang masa depan.

Bukalah kembali pelajaran-pelajaran yang sudah kita dapatkan. Renungkanlah, lalu jabarkan dalam tindakan, maka itu bisa mengubah kehidupan kita.

Gunakan alat ini untuk pertumbuhan pribadi kita. Tidak banyak hal dalam kehidupan yang dapat membantu kita belajar dan meningkatkan diri seperti berpikir reflektif ini.

Saya kutip firman Allah dalam surat QS. Ar-Rum [30] : 24, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.”

Masihkah kita tunggu lagi tanda-tanda lainnya, agar kita mau bertumbuh? Bagaimana mungkin kita memahami tanda-tanda yang baru, padahal kita masih mengabaikan tanda yang sudah terlewatkan.

Kita harus mempunyai kemampuan. Mampu untuk mengkonkretkan. Dan saya pun masih belajar untuk menjalaninya.

Ya Allah… ampuni hamba-Mu ini. Berilah hamba kekuatan untuk menjalani kehidupan ini, untuk beribadah kepada-Mu.

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: