Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Beranilah

20171011_110908Menghindari ketakutan sebenarnya hanya akan menjadikan ketakutan tersebut bertambah kuat dan lebih menakutkan.

Menekan emosi negatif hanya akan meningkatkan ketakutan emosi negatif itu sendiri, menjadi semakin kuat jika semakin dihindari.

Semakin lama otak membuat alasan untuk tidak berani, semakin lama waktu yang Anda lalui untuk bersikap panik terhadap efek negatif yang hanya berdasarkan dugaan.

Perkuat keberhasilan Anda dengan memberikan imbalan untuk diri sendiri ketika berhasil mengatasi ketakutan. Hal ini bisa berupa imbalan fisik, seperti minum kopi hitam, atau imbalan mental, seperti berhenti sejenak untuk berinteraksi dengan orang lain dan nonton film.

Mulailah dari hal kecil. Mulailah dengan tindakan yang menimbulkan sedikit ketakutan dan memerlukan sedikit keberanian untuk mencapainya.

Kenali keterbatasan Anda. Ada hal-hal tertentu yang tidak bisa kita lakukan. Mungkin Anda benar-benar tidak bisa berbicara di depan umum, berhadapan dengan atasan yang menakutkan, atau takut ketinggian. Tak apa-apa. Kadang-kadang ini adalah ketakutan atau keterbatasan yang bisa diatasi dan kadang-kadang juga tidak.

Berfokuslah membangun keberanian dengan cara lain. Daripada menghadapi atasan yang menakutkan, mending pindah cari kerja di tempat lain, misalnya.

Jangan biarkan kegagalan atau keterbatasan mengendalikan diri Anda. Kegagalan berarti Anda sedang mencoba. Ini adalah sesuatu untuk dipelajari, bukan dihindari. Pastikan untuk mengingatkan diri sendiri bahwa kegagalan tidak membatasi Anda kecuali Anda membiarkannya.

Ada yang bilang,”Kan semua kehendak Allah, lantas kenapa kita harus berupaya mengatasi sesuatu?” Jawaban yang singkat untuk orang itu,”Ibarat mau pergi ke suatu kota, lantas kita diam saja, tidak bergerak. Bagaimana kita sampai tujuan? Nunggu Allah menggerakkan?”. Intinya, gunakan akal dan pikiran kita. Kalau mau hidup gratis dan terjamin, pasti banyak yang mau. Masalahnya, hidup di dunia perlu perjuangan.

Saya pernah belajar mengurangi ketakutan ketika mendengar nada dering telepon tertentu. Awalnya, saya lakukan hal kecil, bahwa dering telepon bisa saya ganti dengan nada yang lebih lunak atau silent. Selanjutnya, saya perkuat pikiran saya, bahwa tidak selamanya telepon berbunyi mengabarkan sesuatu yang tidak baik. Bertahap saya pun akhirnya bisa menyambut telepon yang masuk dengan positif. Bahkan saya bisa beranggapan telepon yang masuk saat ini adalah orang yang mau ngasih rejeki, he he…

Ngomong-ngomong tentang topik ini, tetiba terdengar lirik lagu Berdua Saja (Payung Teduh), “…berharap waktu membawa keberanian, untuk datang membawa jawaban…

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya?Β Β Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: