Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Melipat Waktu

20171122_205204“Ayo percepat speed-nya”…”Injak gas pol”…”Jangan lama-lama. Siapa cepat itu yang menang,”…adalah kata-kata yang jamak diucapkan leader dalam memberikan instruksi kepada timnya. Intinya sama, yaitu lebih cepat lebih baik.

Di jaman now, speed atau kecepatan memang penting. Saat ini dimana kecepatan membebaskan manusia dari hambatan ruang-waktu. Saat yang memungkinkan manusia untuk melipat waktu dengan menjalankan model kehidupan yang serba segera, instan, dan cepat.

Terjadi pula selanjutnya model kehidupan yang ditandai oleh kepanikan, rusuh, tergesa-gesa, yang menandai ketaksabaran. Seakan-akan ada yang mengejar-ngejar di dalam kehidupan, sehingga menjadikan kita selalu ingin melakukan segala sesuatu dengan cepat, secara instan, dan tidak sabar menunggu.

Dalam era cyberspace, transmisi informasi sedemikian cepat dan besar, sehingga kadang-kadang tidak seimbang dengan kemampuan manusia dalam menyerapnya.

Kita sering mengeluh tentang kelebihan informasi, anehnya kita juga tetap saja menimbun informasi. Tidak mematikan televisi, tidak mematikan email. Malah kita punya smartphone dengan sekian aplikasi online untuk memastikan bahwa kita tidak ketinggalan informasi.

Informasi yang datang tidak saja dengan cepat, namun juga saling berlomba untuk mendapatkan perhatian secara cepat, meskipun itu sesungguhnya tidak tepat dan perlu periode yang panjang untuk dinilai.

Perlu kematangan pribadi kita untuk menerima perubahan, yaitu dari penilaian yang memerlukan periode lama di dalam kesunyian, ketenangan, dan kesendirian, yang kini dilakukan dalam kepanikan, kebergegasan, dan kehirukpikukan.

Bagaimana mudah kita bisa menghakimi orang lain, hanya dari secuil informasi instan yang bahkan kita pun hanya mendapatkannya dari penggalan beberapa detik peristiwa.

Bagaimana juga kita pun bisa patah semangat dan tersindir sedemikian mudahnya, ketika kita melihat kelebatan informasi yang mungkin tidak berguna dan nggak ngaruh secara langsung dalam kehidupan kita sehari-hari.

Sambil membentang pernyataan eksistensial tentang melipat waktu di atas, saya memilih melipat kertas bekas. Bentuk kotak di foto itu merupakan salah satu origami andalan saya semenjak sekolah dasar, he he…

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya?  Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: