Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Pukul dan Hembuskan

20171210_065632Saya pernah mengikuti senam olah pernafasan, yang diantaranya kita dilatih untuk mengambil dan mengalirkan energi baru secara merata ke tubuh.

Untuk memudahkan proses pengambilan dan pengaliran energi, digunakan teknik visualisasi. Ketika tarik nafas, misalnya, pengaliran energi ini divisualisasikan sebagai bola pingpong yang berwarna hijau, yang kemudian bergerak perlahan ke seluruh tubuh kita.

Teknik visualisasi ini pun digunakan untuk memprogram atau menggambarkan keinginan dalam pikiran untuk suatu mencapai suatu tujuan tertentu. Aktifitas ini dilakukan dengan pikiran bawah sadar secara langsung, ditandai perasaan santai, positif, dan terbuka.

Cobalah untuk menggambarkan tujuan tersebut pada pikiran, seolah-olah kita sendiri sudah mencapainya. Ciptakan visualisasi dan jiwai apa yang ingin kita capai.

Ini merupakan salah satu cara untuk menikmati proses dan orientasi kepada tujuan atau hasil. Misalnya, kita berpuasa, memiliki tujuan mendapatkan ampunan dan ridho dari Allah. Selain itu, bisa pula divisualisasikan betapa nikmatnya buka puasa nanti.

Visualisasi ini membantu kita untuk meningkatkan kepercayaan diri dan berprasangka positif. Apapun yang terjadi saat ini adalah bagian dari titik demi titik yang berhubungan sampai tujuan yang sudah kita tentukan. Proses mencapai tujuan akan terasa nikmat.

Visualisasi pun diyakini sebagai alat bantu dalam melakukan kegiatan sehari-hari agar lebih memiliki pemaknaan. Hidup bukan saja sebagai kegiatan mekanis (makan, tidur, dan bergerak saja), tetapi memiliki landasan dan bobot orientasi ke depan.

Ada seseorang yang sangat bersemangat dalam berolah raga. Setiap langkah kaki dan irama tangannya berenergi. Apapun gerakannya, dia selalu lakukan dengan mantap. Dia mengatakan, “Saat gerakan tangan ke depan, saya mengibaratkan memukul jauh keburukan dan mengalahkan kesempitan saya. Ketika saya menghembuskan nafas, itulah saatnya segala amarah dan emosi negatif keluar dari tubuh saya. Bahkan ketika galau, saya selalu gambarkan titik terang di ujung sana untuk fokus kembali terhadap orientasi dan langkah selanjutnya.”

Pemahaman yang perlu usaha keras untuk memaknainya. Saya pun berfikir, ketika hidup adalah perjalanan, bagaimana cara memaknai maju ke depan, berputar di tempat, dan lihat ke belakang?

Kita bisa saling berbeda dalam memaknai hal yang sama. Tetaplah saling menghormati dan menghargai.

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya?Β Β Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: