Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Reward dan Punishment (1/2)

20180305_152115Pada suatu hari, ketika berbincang dengan karyawan:

(+): Pak, apa bentuk penghargaan dari management ketika kita berprestasi?
(-): Bagaimana dengan gaji dan insentif yang sudah ada?
(+): Gak cukup dengan uang aja, pak.
(-): Yes!

Memang, penghargaan atau reward akan menimbulkan perasaan bahwa usaha karyawan itu sendiri dalam berprestasi dihargai oleh perusahaan, dimana hal ini tentu memacu dan memotivasi karyawan untuk berprestasi lebih baik lagi.

Kriteria keberhasilan reward berdasarkan kinerja dapat menghasilkan motivasi yang ideal apabila,

Pertama, reward yang diberikan mempunyai nilai (financial and non-financial reward).

Kedua, reward mempunyai dampak yang cukup besar kepada karyawan, sehingga karyawan dapat termotivasi atas reward tersebut.

Ketiga, reward harus dapat dimengerti oleh karyawan. Sebagai karyawan, harus memahami alasan atau tujuan pemberian reward dengan harapan mampu memotivasi karyawan.

Keempat, pemberian reward harus tepat waktu dan diberikan sesegera mungkin setelah penilaian kinerja karyawan.

Kelima, efek dari reward dapat bertahan lama. Jika karyawan dapat merasakan efek yang ditimbulkan dari reward dan dapat bertahan lama, maka reward mempunyai nilai yang besar.

Keenam, reward harus mempertimbangkan efisiensi biaya.

Pemberian reward berdasarkan kinerja berupa gaji tergolong dalam extrinsic reward, dimana reward tersebut berasal pekerjaan, tetapi bukan merupakan bagian dari pekerjaan. Selain gaji, bentuk extrinsic reward lainnya berupa bonus, benefit, interpersonal rewards (pengakuan/status), dan promosi.

Bentuk reward yang lain adalah intrinsic reward. Dikatakan intrinsic reward apabila perusahaan memberikan otoritas kepada karyawan untuk membuat keputusan sendiri yang dianggap penting dalam pencapaian target perusahaan, sehingga karyawan dapat merasa dihargai kemampuannya dalam pembuatan strategi.

Intrinsic reward merupakan bentuk reward yang dinilai seseorang yang berhubungan dengan pekerjaan (bagian dari pekerjaan itu sendiri). Intrinsic reward antara lain meliputi pemberian kesempatan pada pekerja untuk menyelesaikan suatu tugas dan mencapai tujuan tertentu, memberikan otonomi yang akan memungkinkan pekerja melakukan tindakan bebas terbaik dalam situasi tertentu, dan kesempatan bertumbuh misalnya dengan memperluas kemampuan dan keterampilan pekerja.

Kembali ke case karyawan saya di atas, saya pun mengaca diri untuk memberikan reward yang tidak sekedar urusan finansial.

Saya akan lanjutkan dengan artikel mengenai punishment. Ditunggu ya.

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya?  Follow saya di twitter @syarifulakbar.

 

 

Advertisements

Single Post Navigation

One thought on “Reward dan Punishment (1/2)

  1. Pingback: Reward dan Punishment (2/2) | Syariful Akbar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: