Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Proaktif (1/7)

20180313_155029Menjadi proaktif, menurut Covey, berarti memetakan tiap hal yang kita pikirkan ke dalam dua lingkaran. Lingkaran pertama adalah lingkaran kepedulian, sedangkan lingkaran kedua adalah lingkaran pengaruh.

Lingkaran kepedulian adalah segala hal yang hanya bisa kita pikirkan, namun tidak bisa kita pengaruhi secara langsung. Ia adalah persoalan semacam cuaca hari ini, kurs mata uang, kondisi lalu lintas, promosi jabatan, sampai sifat orang lain. Kesemua itu hanya bisa dipikirkan, dibicarakan, dipedulikan, digosipkan, namun tak bisa diubah secara langsung. Kenyataaan bahwa tidak ada yang bisa kita lakukan terhadapnya itulah yang seringkali membuatnya asyik untuk dibicarakan semata.

Di sisi lainnya, lingkaran pengaruh adalah hal-hal yang bisa dipengaruhi secara langsung dengan wewenang yang ada saat ini, meskipun pengaruhnya kecil dan dampaknya tidak signifikan. Cuaca mendung, ya siapkan payung. Ingin naik pangkat, ya tingkatkan produktifitas dan kompetensi. Lalu lintas yang padat merayap, ya berangkat lebih pagi.

Covey pun merangkum bahwa orang yang proaktif adalah mereka yang fokus terhadap apa yang bisa mereka lakukan.

Bayangkan saja apabila kita menghabiskan waktu untuk memikirkan dan membicarakan yang tidak bisa kita pengaruhi. Lama-lama akan timbul krisis percaya diri.

Sebaliknya, apabila lingkaran pengaruh kita perhatikan, maka lama kelamaan lingkaran akan membesar.

Energy flows when attention goes. Energi akan mengalir kemana perhatian kita arahkan. Energi yang kita miliki terbatas. Kalau diarahkan ke hal yang sedemikian banyaknya itu, ia akan buyar tidak menghasilkan apapun. Akan tetapi ketika diarahkan kepada hal yang bisa kita lakukan, ia akan efektif, berdampak, terasa, dan terus membesar.

Maka, perhatikan dan kenali keluh yang tidak berkesudahan. Sebab itu tanda diri sedang fokus pada apa yang hanya bisa dipedulikan. Bukan apa yang bisa dilakukan. Segera picu pertanyaan: “Apa yang bisa kulakukan?” Lalu bergeraklah, bertindaklah, dan bekerjalah jika bisa. Jika tidak ada, segera tinggalkan agar waktu dan tenaga tidak terbuang sia-sia.

Mulai hari ini ke depan, saya akan share bahasan The 7 Habits of Highly Effective People karya Stephen R. Covey. Nantikan habit-habit lainnya di artikel selanjutnya.

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya?  Follow saya di twitter @syarifulakbar.

(Foto di atas ketika saya “menertibkan” anak-anak ambil air wudhu di sebuah masjid, sambil memastikan siku tangan mereka terkena air.)

Advertisements

Single Post Navigation

6 thoughts on “Proaktif (1/7)

  1. Pingback: Mulai Sesuai Akhir (2/7) | Syariful Akbar

  2. Pingback: Dahulukan yang Utama (3/7) | Syariful Akbar

  3. Pingback: Menang Menang (4/7) | Syariful Akbar

  4. Pingback: Mengertilah (5/7) | Syariful Akbar

  5. Pingback: Sinergi (6/7) | Syariful Akbar

  6. Pingback: Asah Gergaji (7/7) | Syariful Akbar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: