Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Pemimpin (bukan lagi) adalah Atasan

WhatsApp Image 2018-05-19 at 10.33.29 AMMenurut James Gleick, kata pemimpin tidak lagi bersinonim sebagai atasan. Atasan memiliki bawahan, anak buah, atau pengikut. Pemimpin saat ini tidak memiliki pengikut seperti yang tersirat dalam makna konvensional kata itu. Pakar kepemimpinan bahkan sudah melangkah lebih jauh dengan mengubah pengikut menjadi pemimpin.

Penelitian yang dilakukan oleh Carnegie Foundation for The Advancement of Teaching memperlihatkan bahwa di bidang yang sangat teknis seperti teknik, sekitar 15% keberhasilan finansial seseorang disebabkan oleh pengetahuan teknis individu dan sekitar 85% dipengaruhi keterampilan dalam kepribadian dan kemampuan memimpin.

Individu yang memiliki pengetahuan teknis ditambah kemampuan mengungkapkan gagasan, mengemban tugas kepemimpinan, dan membangkitkan antusias orang lain adalah orang yang beranjak menuju jenjang kekuasaan yang lebih tinggi.

  1. Otoritas yang sah –> pemimpin bisa dipilih, ditunjuk, atau hanya secara spontan diakui anggota suatu kelompok.
  2. Keyakinan diri yang otentik –> kekuatan yang dimiliki dengan menguasai masalah teknis, penguasaan terhadap hal detail, sekaligus perspektif yang luas membuat mereka mengenali masalah dan peluang yang dilewatkan orang lain.
  3. Percaya diri dengan fleksibel –> pemimpin tidak boleh melenceng dari tujuannya atau tujuan orang-orang yang dipimpinnya. Namun, disaat yang sama, mereka juga harus waspada terhadap tikungan tak terduga di sepanjang perjalanan.
  4. Menerima resiko –> ini merupakan masalah persiapan. Semakin baik persiapan yang Anda lakukan, semakin kecil resiko yang akan muncul.
  5. Kebulatan tekad –> Bersikaplah lugas. Pemimpin yang plin plan seringkali gagal menyelesaikan pekerjaan dan cenderung diperalat orang lain.

Membahas tentang kepemimpinan, sering kali saya senyum sendiri ketika membaca quote ini: “Anda tidak bisa memilih atasan, namun atasanlah yang memilih kita.”

Nah, memang kita ini berada di dalam situasi yang sering kali tipis batasnya. Asahlah kemampuan kita, cerna hikmah atau pola setiap apapun yang terjadi, dan lanjutkan perjuangan.

Masih banyak pintu-pintu yang belum kita lihat, hanya karena kita terpaku pada salah satunya saja.

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya?  Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: