Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Kita yang Membosankan

20180601_210957

Jangan mudah menuduh orang lain itu membosankan, lho. Jangan-jangan, kita pun dapat membuat orang menjadi bosan saat berbincang dengan kita.

Sebagaimana kita, jarang sekali orang dapat menyembunyikan perasaan bosannya.

1. Memberikan respons yang sama berulang-ulang.
Ketika mendengarkan kita berbicara, mereka hanya mengatakan, “O ya? Yang benar?” Atau, “Ih, lucu ya?” Kemungkinan besar, mereka tidak menyimak betul perkataan kita. Meresponnya pun ala kadarnya.

2. Melontarkan pertanyaan basa-basi.
Misalnya, “Mau ke mana?” atau “Dari mana?” Orang yang memang berminat mengetahui penjelasan kita, biasanya akan melontarkan pertanyaan yang lebih rinci. Jawaban yang detail yang kita sampaikan juga akan membuat mereka antusias untuk bertanya lebih lanjut.

3. Sering menginterupsi pembicaraan.
Berbeda antara menginterupsi untuk mendapatkan jawaban yang lebih detail, atau menginterupsi untuk melontarkan topik lain yang tak ada kaitannya dengan celotehan kita.

Walaupun terdengar kurang sopan, namun interupsi yang sewajarnya (untuk menanggapi pembicaraan kita) dapat menunjukkan bahwa lawan bicara tertarik dengan apa yang kita katakan.

4. Meminta klarifikasi.
Orang yang tertarik dengan topik yang kita bicarakan mungkin akan melontarkan pertanyaan seperti, “Itu maksudnya apa?”, “Kapan tepatnya peristiwa itu terjadi?”, atau, “Sebentar, coba kamu ceritakan bagaimana awalnya”. Pertanyaan semacam itu menandakan bahwa mereka ingin lebih mengetahui lebih jauh apa yang kita ceritakan.

5. Mendominasi pembicaraan.
Ada dua kemungkinan yang terjadi ketika lawan bicara membiarkan kita mendominasi pembicaraan. Pertama, kisah kita begitu memukau sehingga ia menjadi terhanyut dalam kisah tersebut dan membiarkan hingga kita selesai menceritakannya. Kemungkinan kedua, ia membiarkan kita terus berbicara karena tak bergairah untuk menanggapinya.

6. Posisi tubuhnya tidak fokus menghadap kita.
Koneksi yang telah terjalin baik biasanya terlihat dari lawan bicara yang posisi tubuhnya fokus menghadap ke arah kita. Ketika duduk, ia akan mencondongkan tubuhnya ke arah kita, dan bukannya menyandarkan tubuh ke belakang sambil menguap berulang kali. Ketika ia tidak tertarik atau tidak menyimak pembicaraan kita, ia cenderung akan menunduk, asyik mengecek ponsel, atau malah mengamati orang yang lalu-lalang di sekitar kita.

Latihlah kepekaan terhadap hal-hal di atas.

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya?Β Β Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: