Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Tahu Diri

IMG_4636

Bergembira ternyata pilihan. Jika kita memilih standar juara pertama, maka menjadi juara kedua hanya akan menjadi hal yang biasa saja.

Jika standar kita adalah memiliki rumah besar di dalam kota dengan segala fasilitas seperti hotel bintang lima, maka rumah di kampung terpencil dengan gemericik sungai tidak akan membuat hati tenang. Standar kepuasan dan kegembiraan akan sangat tinggi dan sulit dipenuhi.

Inilah kelas. Tingkat kelas ini menentukan makna. Kelas ini pula yang menetapkan syarat. Hidup menjadi penuh syarat. Dikurangi saja satu syarat, maka hidup akan terasa berat dan terasa kehilangan makna.

Berbeda dengan orang yang rendah syarat. Dalam suatu perlombaan, selalu ada yang memiliki syarat cukup sebagai peserta saja. Bagi mereka, bermimpi menjadi juara pun tidak berani. Hanya ikut dalam sebuah perlombaan saja, itu sudah sesuatu banget.

Contoh lain tentang syarat rendah adapula seperti ini. Jangankan memiliki mobil mewah, ambil mobil tua dan kreditan saja sudah sangat gembira. Walau mobilnya sering masuk bengkel dan diperbaiki dengan spare part kanibal, mereka bisa menikmati situasinya tanpa merasa terganggu. Kalaupun mogok, spontan seisi mobil keluar dan mendorongnya beramai-ramai sambil tertawa.

Ada lagi yang lebih sederhana. Bukan mobil kreditan yang dimiliki, namun motor. Ini pun kreditan pula. Mereka bergembira dengannya. Berboncengan kemana-mana tanpa perlu nyinyir terhadap yang memakai mobil. Bahkan, ada lagi yang paling sederhana. Saya punya teman yang tidak punya motor, namun kemana-mana selalu bawa helm. Baginya, dengan membawa helm, dia akan memiliki peluang membonceng lebih besar dibanding yang tidak membawa helm.

Kita bisa memilih tahapan yang mana saja sepanjang mau dan mampu menempati syaratnya. Mau puas sebagai penonton, silakan. Mau puas sebagai pemain, juga silakan. Semua ada bahagia dan sedihnya. Selalu ada untung dan ruginya sendiri-sendiri. Tidak ada yang lebih besar dan lebih kecil. Semua menyenangkan bila kita tahu diri.

Sumber keruwetan hidup biasanya dimulai dari bekal tahu diri yang tidak mencukupi. Kelasnya sebagai penonton, namun memiliki perilaku seperti pemain. Ada yang ikhtiarnya hanya cukup di mobil kreditan, namun nafsunya ada di mobil mewah berpintu dua.

Menjadi apa saja dan berperan siapa saja, sebenarnya sama baik ketika teguh dalam posisinya masing-masing. Saling pindah peran karena mengincar keenakan peran pihak lain, itulah arti tidak tahu diri.

Belajarlah terhadap kebesaran-Nya. Bersyukur dengan apa yang dianugerahkan kepada kita. Bergembiralah dengan tahu diri kita masing-masing.

Selamat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-73. Tetaplah bergembira!

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya?Β Β Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: