Syariful Akbar

Original, Fresh & Loud

Penonton

IMG_3757Fenomena Asian Games 2018 saat ini, perhatian saya tidak hanya kepada atlet yang berlomba. Termasuk juga penontonnya.

Pertama, penonton merupakan posisi yang gampang diperoleh. Menjadi penonton, bisa dengan modal dari apa saja. Mau gratisan pun bisa. Mau beli tiket yang mahal pun bisa. Kesimpulannya, siapa saja bisa berperan menjadi penonton. Dan ini sangat mudah.

Kedua, setelah menjadi penonton, lantas bebas bisa lakukan apa saja. Lihatlah ekspresi mereka. Bebas keluarkan kritikan apa saja. Bebas berteriak. Bebas mengumpat. Bisa gembira ketika yang dibela unggul. Ketika menang, penonton bilang bahwa itulah kewajiban seorang atlet. Kalau kalah tanding, penonton akan sampaikan bahwa hidup atlet tersebut sama sekali tidak ada gunanya.

Ketiga, duduk di bangku penonton, kita punya kuasa untuk melihat dari sudut pandang yang luas. Kita bisa melihat gerak-gerik dari berbagai sisi. Zoom in. Zoom out. Bahkan ada adegan lambat. Reply. Termasuk penonton tribun sebelah, wasit, detail wajah pemain cadangan yang cantik, sampai muka tegang sang pelatih.

Kesimpulan dari ketiga faktor di atas adalah adanya kegembiraan sebagai penonton dengan modal yang sesedikit-sedikitnya. Tidak perlu usaha keras. Tidak usah berprestasi. Tidak peduli yang menang adalah pihak lain, yang penting pihak lain itu mewakili dirinya sendiri, maka penonton ini akan girang segirang-girangnya.

Saking girangnya, bisa jadi tidak harus berpikir kalau dirinya belum punya penghasilan, keluarganya perlu beras, SPP sekolah belum dibayar, dan apakah masih menumpang di rumah orang tua atau tidak.

Jadi, inilah seasyik-asyiknya hidup. Tidak terikat oleh target-target. Kecuali oleh target yang ditetapkan dirinya sendiri. Bahayanya, target ini tidak nyata, tidak ada, dan tidak berkaitan dengan dirinya sendiri. Melakukan sesuatu yang tidak sampai mengurusi dirinya sendiri. Bahkan tidak memikirkan prestasinya sendiri.

Kenyataan di depan mata, kalah oleh kegembiraan yang tidak nyata.

Di sisi lain, seandainya saja kita yang jadi pemain, sudahkah kita siap mendengarkan komentar penonton gratisan itu ketika melihat kita bertanding?

Salam sukses.

Ingin ngobrol dengan saya?Β Β Follow saya di twitter @syarifulakbar.

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: